Minggu, 30 November 2008

MINGGU, 14 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

Bac: Yes.61:1-2a,10-11; 1Tes.5:16-24; Yoh.1:6-8,19-28. Yesaya menyampaikan kepada kita kabar selamat kepada Sion. Ia juga melukiskan bagaimana Roh Tuhan mengutus Yesaya untuk memberitakan kabar baik, pembebasan orang tawanan. Kabar baik pembebasan itulah yang mendatangkan sukacita. Sukacita itu mendatangkan daya dan hidup baru. Sukacita itulah yang terus digemakan dalam Bacaan kedua, sebab di sana kita dinasihati agar bersukacita senantiasa. Tidak itu saja, melainkan harus disertai doa, ditambah dengan eucharistia, ucapan syukur. Mungkin sebaiknya didaftarkan saja nasihat-nasihat yang baik ini dari Timotius: Kita hendaknya jangan memadamkan Roh, jangan menyepelekan nubuat, menguji segala sesuatu, dan setelah diuji, ambillah yang baik. Kita harus menjauhkan diri dari yang jahat. Kalau kita sudah melakukan semuanya itu semoga kasih karunia Allah berkenan menaungi kita. Kalau kita sudah melakukan semuanya itu, kiranya kita siap menyongsong kedatangan Tuhan yang dalam injil Yohanes ini diwartakan dengan lantang oleh Yohanes. Apa pelajaran yang dapat kita petik? Tentu ada banyak. Seluruh bacaan kedua adalah nasihat yang baik. Memang 1-2 Timotius adalah kitab moral gereja perdana. Ada banyak nasihat moral yang agung dan luhur dalam kedua surat itu. Maka kita harus membacanya kembali dan terus menerus. Saya garis bawahi satu hal: Kita harus bersukacita senantiasa, berdoa, mengucap syukur (Bac I dan II), karena sebentar lagi Tuhan datang (Injil). Kalau dilihat dengan cara seperti itu, maka tidak ada lagi alasan bagi kita untuk menjadi murung, menjadi putus asa. Hidup di dalam Tuhan, hidup di dalam penantian akan kedatangan Tuhan adalah hidup yang ditandai pengharapan, dan sukacita, dan penghiburan.


SABTU, 13 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE Sir.48:1-4,9-11; Mzm.80:2ac,3b,15-16,18-19; Mat.17:10-13. Hari adalah pesta St.Lusia, perawan dan martir. Ada beberapa lembaga hidup bakti yang merayakan hari ini. Injil menampilkan kepada kita salah satu bukti bahwa teks saling menafsirkan satu sama lain. Sebab dalam injil hari ini kita melihat bahwa Yesus menafsirkan kehadiran Yohanes sebagai Elia yang datang kembali. Paling tidak begitulah dimengerti oleh para murid. Apa yang harus dipetik sebagai pelajaran ialah bahwa kita harus sadar dan awas akan tanda-tanda jaman, agar kita mampu memberi tanggapan dan reaksi yang tepat dan sepatutnya terhadap tokoh yang tampil. Jangan sampai kita memberikan tanggapan yang salah: memperlakukan orang yang datang dengan tidak sepatutnya. Jika demikian, maka mereka juga tidak siap menyongsong kehadiran Dia yang didahului Yohanes Pembaptis. Secara khusus pada hari ini, kita ditantang untuk bertanya pada diri sendiri: siapkah kita menerima kedatangan Kristus? Semoga kita siap.

JUM'AT, 12 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE Yes.48:17-19; Mzm.1:1-2,3,4,6; Mat.11:16-19. Hari ini hari biasa. Ada beberapa lembaga hidup bakti yang mempunyai pesta dan hari raya. Ada beberapa orang kudus hari ini: Yohana Fransiska de Chantal, SP Maria dari Guadalupe. Injil hari ini mengajarkan kepada kita suatu kearifan untuk mengambil sikap tepat dalam menghadapi hidup, orang, dan tanda-tanda jaman, agar kita tidak menjadi orang aneh, melainkan orang yang mampu memberi tanggapan atau reaksi yang tepat dan sepadan. Setiap tokoh yang muncul dalam sejarah mempunyai ciri-khas masing-masing yang perlu dicermati dengan baik. Jangan sampai kita memberi cap keliru. Ketika Yohanes datang, dan ia banyak bermati-raga, maka ia dicap kerasukan setan. Tetapi ketika Yesus datang, dan Ia menikmati perjamuan makan dengan pelbagai kalangan, Ia dicap pelahap dan pemabuk. Padahal dikatakan bahwa Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya. Sebab hikmat itu selalu ditampilkan ramah-tamah, mengundang orang datang kepadanya, bahkan ia sendiri datang kepada semua orang. Itulah yang dilakukan Yesus. Maka Yesus menjadi dan adalah Hikmat Allah dalam seluruh hidup dan perbuatanNya.

KAMIS, 11 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE Yes.41:13-20; Mzm.145:9,10-11,12-13ab; Mat.11:11-15. Hari ini hari biasa. Tetapi ada pesta fakultatif untuk Paus Damasus I. Dalam injil hari ini kita mendengar pujian Yesus atas Yohanes Pembaptis: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Tetapi ucapan ini keluar setelah terlebih dahulu Yesus menegaskan martabat Yohanes sebagai utusan yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Yohanes adalah orang besar. Tetapi yang lebih besar adalah orang yang terkecil dalam kerajaan Surga. Maka upaya masuk ke dalam kerajaan Surga itu yang penting. Yang lain-lain menjadi relatif dibandingkan dengan hal ini. Tetapi dalam diri Yohanes Pembaptis, orang bisa melihat Elia yang datang kembali. Maka ia harus didengarkan. Dan orang yang siap mendengar Yohanes, pada waktunya harus siap juga mendengar Yesus. Orang tidak dapat berhenti pada Yohanes saja, melainkan harus sampai pada Yesus. Sebab kata Yohanes: Ia harus menjadi besar, dan aku harus menjadi semakin kecil.

RABU, 10 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE Yes.40:25-31; Mzm.103:1-2,3-4,8,10; Mat.11:28-30. Hari ini hari biasa. Tetapi ada serikat hidup bakti yang mempunyai pesta St.Perawan Maria dari Loreto. Kebetulan hari ini ada pesta untuk Daughters of Wisdom, puteri Hikmat Kebijaksanaan. Sebab hari ini injil menampilkan Yesus sebagai sosok Hikmat, yang menawarkan tetirah bagi siapa saja yang datang kepadaNya. Saya kutip: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Teks ini sering diangkat menjadi kaligrafi yang menghiasi bagian atas panti imam di gereja. Salah satunya kita lihat di atas panti imam Katedral Bandung. Memang itulah yang kita dapatkan kalau kita datang menyambut Tubuh dan Darah Tuhan. Kita mendapatkan makanan perjalanan (esca viatorum, panis angelorum) menuju ke hidup abadi. Dalam pengalaman saya, inilah salah satu teks yang paling menghibur yang keluar dari mulut Yesus. Ia menawarkan tetirah, beban yang ringan, dan bukan belenggu. Kita tidak tersiksa memikulnya.

SELASA, 09 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE Yes.40:1-11; Mzm.96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat.18:12-14. Hari ini hari biasa. Ada serikat hidup bakti yang mempunyai pesta: Bernardus Maria Silvestrelli. Injil hari ini sering dianggap sebagai gambaran “manajemen” Yesus. Mungkin bagi banyak orang akan lebih mudah mengorbankan yang satu demi yang 99. Tetapi tidak begitu bagi Yesus. Ia mengutamakan yang satu, tetapi tidak mengabaikan yang 99. Kepuasan batin seorang gembala karena bisa menyelamatkan yang satu jauh lebih besar daripada ia bersikap tenang-tenang saja dengan yang 99. Hati seorang gembala tidak tega berbuat demikian. Sebab non multa sed multum. Ibarat itu diterapkan Yesus untuk sukacita besar yang terjadi di surga karena satu orang bertobat dan selamat. Manajemen Yesus terbalik dari manajemen dunia yang tega mengorbankan orang, biarpun itu satu orang, tetapi satu orang itu manusia juga, citra Allah. Mari kita melihat orang secara kongkret dan nyata, tidak hanya berhenti pada gagasan abstrak-universal “kemanusiaan.”

SENIN, 08 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)
Bac: Kej.3:9-15,20; Ef.1:3-6; 11-12; Luk.1:26-38. Hari ini Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Dosa (Maria Immaculata Conceptio). Kalau kita lihat kalender Liturgi, ada banyak serikat hidup bakti yang merayakan hari raya ini. Itu pertanda bahwa banyak orang menimba ilham hidup, ilham iman, ilham cinta, ilham kesetiaan dari Maria. Sebab Maria adalah prototipe iman. Berbeda dengan Hawa yang jatuh ke dalam dosa (Bac.I), Maria membuka jalan shalom bagi kita dengan sikap terbuka terhadap rencana dan kehendak penyelamatan Allah yang diwartakan malaekat Gabriel (Injil). Kalau Hawa tidak taat (Bac I), maka Maria taat (Injil): Ecce ancilla Domini, fiat mihi secundum verbum tuum. Karena Maria taat maka ia mengandung dari Roh Kudus dan dari dia terlahirlah Yesus Kristus. Itu sebabnya dalam bacaan II kita membaca salah satu madah Kristologis yang indah, warisan kidung jemaat gereja purba. Hendaknya anda membaca teks ini. Ketika dibacakan di gereja, hendaknya menaruh perhatian penuh pada teks indah ini. Ya, ini madah Kristologis yang indah yang dihasilkan jemaat Kristen pertama. Pelajaran apa yang kita petik? Pertama, kalau kita tidak taat pada perintah Tuhan, maka kita jatuh dalam dosa. Ingat bahwa dosa itu seperti penyakit menular, ia menular dan menjalar dengan cepat, seperti akar kanker. Kedua, sebaliknya kalau kita taat pada perintah Tuhan, maka hasilnya ialah shalom. Yang pertama terjadi pada Hawa. Yang kedua, terjadi pada Maria, Hawa Baru. Maria ikut ambil bagian dalam rencana shalom Allah lewat persetujuan imannya. Ketiga, tidak ada sikap lain yang lebih tepat bagi kita sebagai orang Kristen, selain mengulang kembali dan terus menerus kidung Kristologis itu: Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kritus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga....dst.

MINGGU, 07 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)
Bac: Yes.40:1-5,9-11; 2Ptr.3:8-14; Mrk.1:1-8. Dari bacaan pertama kita baca berita kelepasan. Ayat pertama dimulai dengan Hiburkanlah. Karena itu kitab ini disebut kitab Penghiburan. Apa penghiburannya? Yaitu bahwa pembuangan akan berakhir, umat Tuhan akan segera kembali. Agar perjalanan pulang bisa lancar maka harus dipersiapkan jalan di padang gurun. Harus dibangun jalan tol di padang gurun. Itu semua bisa terjadi karena Tuhan sendiri datang dan bertindak bagi shalom umatNya. Itu sebabnya dalam bacaan kedua kita baca tentang Hari Tuhan yang datang seperti pencuri. Karena itu kita harus bersiap-siap terus. Dalam rangka itu kita harus berusaha agar kita didapati tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapanNya supaya kita layak didamaikan dengan Dia. Apa yang kita baca dalam bacaan pertama, kini kita dengar lagi dalam Injil. Yohanes Pembaptis mengutip kata-kata Yesaya. Ia menuntut perubahan hidup dengan simbol membuka jalan bagi Tuhan. Sebab Yohanes menjadi bentara Sabda yang akan menjelma, yaitu Yesus Kristus. Apa yang menjadi pesan bagi kita? Pertama, kita harus senantiasa bergembira karena Tuhan membawa penghiburan bagi kita. Kedua, kita juga harus berjaga-jaga menantikan hari Tuhan, supaya kita kedapatan kudus dan tidak bercela di hadapan Tuhan. Ketiga, dalam seluruh masa adven ini kita dipanggil untuk menyiapkan hati kita menyongsong kedatangan Yesus Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia.

SABTU, 06 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE Yes.30:19-21,23-26; Mzm.147:1-2,3-4,5-6; Mat.9:35-10:1,6-8. Hari ini hari biasa, tetapi lembaga hidup bakti ada peringatan orang kudus (St.Nikolaus, pelindung karya tarekat HHK). Dari injil kita mendengar bagaimana hati Yesus tergerak belas-kasihan karena melihat orang banyak yang mengikuti Dia. Mereka seperti kawanan domba tidak bergembala. Tidak tahu arah, bingung. Sekarang mereka ada di hadapan Yesus, penuh harapan. Maka hati Yesus tergerak oleh besar kasihan. Dalam Latin, misericordia. Harfiahya, hati yang merasa pedih-perih, yang perih-hatin. Injil memakai empat kata kerja untuk melukiskan karya layanan Yesus (berkeliling, mengajar, memberitakan Injil, menyembuhkan). Murid dipanggil untuk ambil bagian dalam karya ini, karena mereka mendapat semuanya cuma-cuma, maka mereka juga harus memberi cuma-cuma. Gratia gratis data. Rahmat yang sudah didapat cuma-cuma, harus dibagikan, diteruskan cuma-cuma. Itulah panggilan dasar para murid Yesus.

JUM'AT, 05 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE Yes.29:17-24; Mzm.27:1,4,13-14; Mat.9:27-31. Ini hari biasa (beberapa lembaga hidup bakti, hari ini pesta wajib dan fakultatif; ada Philippus Rinaldi, Bartolomeus Fanti, Sabas; merekalah orang kudus yang diperingati gereja hari ini). Injil hari ini berbicara tentang orang buta yang menjadi melek (bisa melihat) karena ia gigih datang kepada Yesus memohon kesembuhan. Ia sembuh karena ia percaya. Dengan kata lain, ia sembuh karena ia beriman. Ini yang namanya bisa melihat karena iman. Melihat karena iman, dan dengan iman, berarti melihat dengan kaca mata yang lain. melihat dengan indera keenam. Efek kesembuhan itu ditampakkan, diwartakan kepada orang lain. Kesembuhan, shalom mendatangkan sukacita. Sukacita itulah yang terpancar otomatis ke dunia di sekitar, walaupun kita tidak melakukannya dengan sadar dan sengaja. Ia terpancar begitu saja dari seluruh ekspresi diri dan hidup kita.

KAMIS, 04 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE Yes.26:1-6l; Mzm.118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat.7:21,24-27. Ini hari biasa. Tetapi ada imam yang dipestakan dalam konteks khusus yaitu Karya Kolping, mempestakan Adolph Kolping, pendiri perserikatan awam Katolik. Hari ini kita dengar tentang kriteria masuk kerajaan surga. Bukan karena berdoa saja, yaitu menyerukan nama Tuhan, melainkan karena orang melakukan kehendak Bapa di surga. Maka perbuatan menjadi lebih penting. Hari ini juga kita diingatkan mengenai dua dasar, yaitu dasar batu dan dasar pasir. Orang bijaksana yang hidup atas dasar iman, membangun rumah di atas batu. Sedangkan orang bodoh yang tidak hidup atas dasar iman, membangun rumah di atas pasir. Hasilnya jelas: kehancuran rumah yang didirikan di atas landasan tidak kokoh. Mari kita membangun rumah iman kita di atas landasan firman, agar rumah itu menjadi kokoh di tengah terpaan badai jaman.

RABU, 03 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE 1Kor.9:16-19,22-23; Mzm.117:1,2; Mrk.16:15-20. Hari ini hari istimewa karena hari ini adalah pesta Santo Fransiskus Xaverius, pelindung misi (karya misi, para misionaris, dan orang yang dilayani dalam karya misi). Ini hari istimewa bagi beberapa kongregasi hidup bakti. Itu sebabnya injil hari ini berbicara tentang tugas perutusan para murid sebelum Yesus terangkat ke surga. Tugas misi itu tidak mudah. Ada banyak kesulitan. Tetapi dalam injil dikatakan bahwa Tuhan Yesus menyertai mereka. Ada banyak tanda ajaib dalam karya layanan itu. Tugas itu tidak akan sia-sia. Melainkan akan membawa hasil. Kalau tidak percaya, kita lihat bahwa hal itu terbukti dengan kuat dan jelas dalam seluruh hidup Fransiskus sendiri. Ia pernah mewartakan injil sampai ke Maluku, dan Flores. Ini patut dibanggakan.

SELASA 02 DESEMBER 2008

Ole:h: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE Yes.11:1-10; Mzm.72:2,7-8,12-13,17; Luk.10:21-24. Kita tidak memperingati, mempestakan, merayakan siapa-siapa dan apa-apa hari ini. (Bagi OSCCap ada pesta fakultatif Beata Maria Anglea Astorch, biarawati). Bagi umat umumnya ini hari biasa. Hari biasa ini, akan menjadi luar biasa karena kita mendengar ucapan syukur dan bahagia Yesus sendiri. Sebagai renungan, ada baiknya dikutip di sini: Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ada hal-hal yang hanya bisa dilihat dari kaca mata orang kecil dan sederhana, dan tidak bisa dilihat orang hebat atau merasa diri hebat. Terutama Yesus memuji kedudukan istimewa para murid karena mereka melihat dan mendengar apa yang rindu dilihat dan didengar para nabi dan raja. Semoga kita bersyukur karena hari ini kita melihat dan mendengar apa yang istimewa itu, yaitu Yesus sendiri.

SENIN, 01 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE Yes.2:1-5; Mzm.122:1-2.3-4a (4b-5,6-7) 8-9; Mat.8:5-11. Hari ini pesta wajib Beato Dionisius dan Redemptus. Kita patut merayakan mereka secara khusus karena mereka adalah martir dan biarawan Indonesia. Dalam injil kita mendengar Yesus memuji iman seorang perwira: iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Yesus memujinya karena sebelumnya ia mengucapkan kalimat terkenal dan abadi dalam kenangan kita: Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Kita ucapkan kalimat itu dalam ekaristi. Inilah yang namanya orang hidup dari, karena, dan atas dasar iman. Kiranya kedua orang yang kita pestakan hari ini adalah model orang yang hidup dari, karena, dan atas dasar iman. Kita dipanggil untuk hidup dari, karena, dan atas dasar iman. Sebab kata Paulus, orang benar akan hidup oleh iman.

Minggu, 16 November 2008

BIBLE GAMES ST.MARTINUS

Oleh: CMS Pepe/Seksi KS DPP St.Martinus
Setelah mengadakan persiapan, akhirnya KS DPP St.Martinus mengadakan Bible Games anak. Ini adalah permainan, maka unsur permainan (fun) ditonjolkan. Disebut Games karena Seksi KS mengangkat unsur permainan untuk mengenal, membaca dan mendalami KS bagi anak. Permainan itu terdiri atas 4 babak: Babak Halma (I), Babak Tebak bibir (II), Tebak gerak (III), dan babak rebutan (IV). Permainan itu sudah lama dibicarakan di K3S Keuskupan Bandung. Kebetulan teman-teman Seksi KS Martinus terlibat dalam K3S. Itu sebabnya acara ini menjadi "pilot project" K3S. Kalau di Martinus berhasil, maka akan diangkat ke tingkat yang lebih tinggi dan K3S sebagai penyelenggara. Bisa ke tingkat Wilayah kerjasama antar paroki dalam kota Bandung, atau bisa juga sekota Bandung, atau bahkan seluruh kesukupan. Itulah rencana ke depan.
Peserta yang mendaftarkan diri 30 kelompok. Pada hari H ada 5 mengundurkan diri (sisa 25 kelompok). Panitia menetapkan 6 spot untuk penyisihan yang diadakan pada 09 November 2008. Dari masing-masing 6 spot itu diambil satu kelompok saja dengan nilai tertinggi untuk ikut dalam babak final yang diadakan pada 16 November. Jadi, ada enam kelompok yang masuk final (KPA-A, ANGELA, KPA-2A, ALEXANDRA, TARSISIUS, TALENTA). Dan hasilnya adalah sbb: Juara I KPA-2A, juara II Tarsisius, Juara III, Alexandra, Harapan I Talenta, Harapan II Angela. Selamat kepada para pemenang. Selamat kepada semua peserta. Semoga semakin mencintai KS.
Panitia inti acara ini adalah seksi KS DPP St.Martinus, dibantu para guru bina iman, pendamping sekolah minggu, dan guru-guru agama KPA. Berkat kerjasama yang baik semuanya berjalan lancar. Sebagai persiapan panitia mengadakan rapat dua kali untuk pemantapan bahan dan untuk simulasi permainan (untuk mengetahui tingkat kesulitan pertanyaan, segi bobot pertanyaan, dan menyangkut teknis durasi). Pada hari H, panitia dibantu para frater dan suster Alma. Untuk penyisihan hadir Frater OSC Sultan Agung dan Frater Projo Bogor. Untuk babak final, yang hadir para frater Projo Bogor dan suster Alma. Terima kasih atas bantuan mereka semua, khusus untuk yang merepotkan diri dengan urusan konsumsi dan kelancaran acara pada hari H. GBU all.
Kami dari panitia tidak membuat evaluasi tertulis mengenai proses ini. Tetapi kami sudah meminta kesan dan evaluasi singkat dan lisan dari beberapa pihak. Dari para guru bina iman: ada yang mengatakan bahwa permainan ini terlalu berat untuk tingkat SD (panitia menetapkan rentang kelas IV SD sampai kelas III SMP). Dari para frater juri: Ada yang mengatakan bahwa model permainan ini sangat kreatif. Ini terobosan baru, bible games. Bukan hanya Quiz. Mereka juga mengatakan (untuk penyisihan) bahwa ada anak (SD) yang sulit menangkap soal. Teman-teman Sie KS berusaha menangkap dan menampung semua suara itu untuk perbaikan ke depan.
Akhirnya, kami menyampaikan ucapan terima kasih. Kepada Pastor Paroki yang mendukung acara ini dengan sepenuh hati. Kepada DPP St.Martinus yang membantu dan mendukung sepenuhnya acara ini dengan mengeluarkan dana. Kepada anggota panitia kami dihaturkan terima kasih. Kepada K3S kami juga menghaturkan terima kasih. Sebagaimana sudah dikatakan di atas, ini adalah pilot project K3S untuk rencana kegiatan kerasulan yang lebih luas ke depan. K3S terlibat mensponsori acara ini: berupa hadiah Kitab Suci, Medali, dan secara pribadi Ketua K3S menyumbang salib untuk juara. (CMS Pepe/Sie KS DPP St.Martinus)

EPIFANI DAN PEMBAPTISAN TUHAN

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)
Minggu, 04 Januari 2009: Bac.Yes.60:1-6; Ef.3:2-3a,5-6; Mat.2:1-12. Hari ini Hari Raya Penampakan Tuhan. Kerennya, Epifani(a). Tuhan ditampakkan (diwahyukan) kepada para bangsa (terwakili oleh tiga raja dari Timur yang datang menyembah). Kalau kita membaca injil baik-baik, maka kita temukan dua reaksi mendasar terhadap kelahiran, kehadiran, kedatangan Yesus di Betlehem. Pertama, reaksi orang Majus dari Timur. Kelahiran Yesus rupanya disertai tanda agung di angkasa. Tanda itu bisa dilihat dan dibaca oleh orang pintar di Timur, maka mereka pun datang mencari, menemui, dan menyembahNya. Kedua, reaksi Herodes dan penduduk Yerusalem. Mereka terkejut dan tidak menduga mengenai kelahiran itu. Tetapi Herodes melangkah lebih jauh: ia marah, ia takut, karena ia menduga akan muncul saingan berbahaya. Ia pun mencari informasi. Tetapi ia pandai sekali menutup niat jahatnya. Ia bermuka manis terhadap ketiga tamunya dan mengorek banyak informasi dari mereka, dan juga dari para ahli kitab di Yerusalem. Setelah mendapat informasi secukupnya, ia mulai menyusun rencana jahatnya. Tetapi Tuhan mempunyai rencana lain. Jadi, kita lihat bahwa kedua reaksi itu berbeda: yang satu melihat peristiwa itu sebagai kabar sukacita, yang lain melihatnya sebagai ancaman. Anda sendiri ada di mana? Tetapi mengapa disebut penampakan? Itu karena kelahiran dan kehadiran Tuhan Yesus di dunia ini disingkapkan kepada para bangsa. Allah menampakkan diri dalam Yesus Kristus. Penampakan itu membawa terang. Terang itu membawa hidup, membawa shalom. Dan itu membawa sukacita (Bac.I). Yesus adalah untuk semua, untuk seluruh dunia. Hal itu diwartakan dalam injil. Semua orang dapat menjadi ahli waris Kerajaan Allah dalam diri Yesus Kristus (Bac.II). Semoga kita semua juga bisa menjadi ahli waris karena dan dalam Yesus Kristus.
Minggu, 11 Januari 2009: Bac.Yes.55:1-1; 1Yoh.5:1-9; Mrk.1:7-11. Hari ini pesta pembaptisan Tuhan. Dalam injil kita membaca tentang kesaksian Yohanes tentang Yesus Kristus. Intinya dapat dikatakan demikian: menurut Yohanes, Yesus itu lebih tinggi dan lebih luhur dari dirinya, sehingga ia merasa tidak layak untuk berdiri di hadapan-Nya, sebab untuk membungkuk saja ia sudah merasa tidak layak, apalagi berdiri. Martabat pembaptisan Yesus juga dikatakan lebih tinggi, sebab ia membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api, sedangkan Yohanes membaptis dengan air. Dalam tulisan ini kita tidak dapat mengembangkan unsur-unsur penting ini dalam teologi pembaptisan, sebab kalau kita lihat itulah unsur-unsur penting dalam sakramen pembaptisan kita. Di sini tempat tidak memadai. Dalam injil juga kita baca tentang suara peneguhan surgawi atas diri Yesus Kristus. Intinya, Allah berkenan pada Yesus Kristus. Tetapi, siapa Yesus Kristus itu? Ini sebuah pertanyaan abadi yang mengandung tantangan. Hal itu dibicarakan lebih lanjut dalam Bacaan I dengan memakai bahasa simbolis, bahasa nubuat, bahasa alegori. Dari sana kita mendapat salah satu jawaban atas pertanyaan itu: Yesus adalah firman Allah. Oleh karena firman itu adalah firman Allah sendiri, maka ia tidak akan pernah gagal. Dengan kata lain, ia pasti berhasil. Kalau kita percaya akan Yesus Kristus sebagai Firman Allah, maka kita juga akan menang. Menang di sini artinya, kita bisa mengalahkan dunia, sebuah tema yang sangat kuat dan menonjol dalam teologi Corpus Yohanian (Injil Yohanes dan Surat Yohanes) (Bac.II). Kalau dalam injil kita membaca bahwa ada suara surgawi yang meneguhkan martabat Yesus, dalam Bac.II, dikatakan bahwa Roh Kudus bersaksi tentang Yesus. Lalu bagaimana sikap dan reaksi kita? Menerima dan percaya akan reaksi itu? Semoga kita bisa mengambil sikap yang tepat.

Jumat, 14 November 2008

MEMBANGUN KELUARGA KUDUS

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

Senin 28 Desember 2008: Bac: Kej.15:1-6; 21:1-3; Ibr.11:8,11-12,17-19; Luk.2:22-40. Hari ini pesta keluarga kudus. Kalau anda perhatikan kalender liturgi, ada lima tarekat hidup bakti yang merayakannya. Tentu kita merayakannya. Dalam tradisi Katolik, keluarga kudus Nazaret adalah sumber ilham hidup suci dalam keluarga. Kalau kita baca Injil tampak bahwa di sana ada kidung serah-pasrah Simeon yang terkenal itu. Itulah kidung akhir hidup; dalam hidup ini ada banyak pedang; banyak kesulitan, banyak tantangan. Hidup tidak mudah. Tetapi kita dituntut untuk setia dalam doa, sebab keluarga adalah gereja kecil, ecclesia minuscula. Paus Yohanes Paulus II adalah orang yang gigih mempertahankan hidup keluarga, sebab ia yakin bahwa Better marriage holier culture. Dalam Bac.I ada janji Allah kepada Abraham dan ia percaya. Hal itu diperhitungkan sebagai kebenaran. Bac.II adalah kidung pujian akan iman Abraham. Iman itu tampak dalam Simeon dan Maria. Saya kira pesannya jelas. Maka tidak perlu diulang lagi.

IA DIAM DI ANTARA KITA (MISA NATAL SIANG)

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

Kamis, 25 Desember 2008: Bac: Siang Yes.52:7-10; Ibr.1:1-6; Yoh.1:1-18 (1-5,9-14). Injil kita ialah tentang misteri sabda menjadi daging, verbum caro factum est. Ia datang sebagai terang dunia yang menerangi kita. Ia punya peranan besar dalam karya penciptaan dan penyelamatan Allah. Bac.II membentangkan sejarah pewahyuan Allah dalam dua tahap: tahap Perjanjian Lama melalui para nabi dan pelbagai cara lain, tahap perjanjian Baru melalui PuteraNya sendiri. Di sini juga ditegaskan mengenai peranan Anak dalam karya penciptaan dan penyelamatan. Juga disampaikan tentang martabat Anak Allah itu. Bac.I membentangkan tentang rasa bahagia yang mengiringi pengalaman melihat sang pewarta datang mewartakan Allah. Itulah yang terjadi sekarang, Allah datang menyelamatkan. Reaksi yang tepat ialah bersukacita dan bergembira, bersorak-sorai. Semoga kita semua dapat begembira dalam masa natal ini.

DISEMBAH PARA GEMBALA (MISA NATAL FAJAR)

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

Kamis, 25 Desember 2008: Bac: Fajar Yes.62:11-12; Tit.3:4-7; Luk.2:15-20. Di sini kita mendengar reaksi para gembala tatkala mendengar warta malaekat: transeamus usque Betlehem.... Peristiwa itu mengendap dalam lagu natal seperti: gembala kemari cepat-cepat, pergilah ke Betlehem. Lagu yang sangat saya sukai pada masa kanak-kanak, juga sekarang. Ini salah satu tanda ajaib yang mengiringi kelahiran Yesus. Maria menyimpan semuanya dalam hatinya. Dalam Bac.II kita membaca Allah melimpahkan kasih setiaNya kepada kita dalam diri Yesus yang kita rayakan kelahiranNya hari ini. Hari ini shalom Allah menjadi nyata bagi kita. Dalam Bac.I: kita dengar gema-gema awal dari warta para malaekat pada malam natal. Tuhan sendiri mewartakan datangnya shalom bagi umatNya.

IA LAHIR DI KANDANG (MISA MALAM NATAL)

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

Kamis, 25 Desember 2008: Bac: Malam. Yes.9:1-6; Tit.2:11-14; Luk.2:1-14. Injil hari ini berbicara tentang kelahiran Yesus. Ia lahir secara hina. Dengan itu Ia berpihak pada orang miskin. Itulah yang menjadi fokus Renungan adven K3S. Tetapi kita lihat bagaimana sambutan para gembala dan bagaimana para malaekat mewartakan peristiwa agung itu. Ya, di sini kita sadar bahwa orang kecil mampu melihat hal besar. Bac.II: menegaskan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah. Kasih karunia itu ialah Yesus yang lahir hari ini. Kasih karunia itu harus mendatangkan transformasi hidup. Kasih karunia yang menyelamatkan itu harus diwartakan. Bac.I berisi warta tentang kelahiran raja damai. Ia membawa pembebasan. Masa sengsara dan penindasan berakhir (diakhiri). Maka akan muncul damai sejahtera. Itu semua karena kasih Allah yang begitu nyata bagi kita. Kita bahagia karena immanuel, Allah besarta kita.

MENELADANI KETAATAN IMAN MARIA

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

Minggu 21 Desember 2008: Bac: 2Sam.7:1-5,8b-12,14a-16; Rm.16:25-27; Luk.1:26-38. Menarik bahwa teks Luk.1:26-38 dibacakan dua kali dalam bulan Desember. Pertama, 08 Desember. Kedua, tanggal 21 ini. Bedanya ialah bacaan pertama dan kedua (bdk.edisi Bergema bulan lalu). Tentu Injil berbicara tentang ketaatan iman Maria. Kali ini ketaatan iman itu dikaitkan dengan kesetiaan iman yang diminta Paulus (Bac.II), dan dengan penyertaan Allah atas Daud (Bac.I). Karena dalam bulan Desember ini ada banyak bacaan yang harus direnungkan, maka kali ini saya berusaha sesingkat mungkin. Inti pesan: taat dan setia kepada Allah dalam iman akan mendatangkan hasil luar biasa. Itu terjadi dalam hidup Daud, juga dalam hidup Maria. Pasti juga dalam hidup anda.

Rabu, 12 November 2008

SABDAMU TERANG HATIKU

Oleh: Fransiskus Borgias M (EFBE@fransisbm)

Mulai tahun liturgi yang akan datang saya akan membaktikan diri dan seluruh hidup saya untuk membuat renungan berdasarkan bacaan liturgi ekaristi dari hari ke hari. Saya mau melakukan sebuah eksperimen dalam dan dengan hidup saya, menyangkut beberapa hal. Pertama, menyangkut kemampuan saya untuk setia dan konsisten dengan upaya ini. Sebab hal itu tidak mudah. Itu berarti setiap hari saya harus membaca bacaan ekaristi dan membuat renungan berdasarkan hal itu.
Kedua, saya juga ingin tahu insight apa yang akan saya peroleh setelah semua eksperimen ini berhasil saya lakukan. Sebab saya sangat yakin bahwa dengan merenungkan firman Tuhan dari hari ke hari, pasti ada efek tertentu bagi hidup saya secara pribadi. Jadi, upaya ini lebih dimaksudkan untuk diri saya sendiri. Tetapi kalau ada yang mau menimba juga, saya tidak keberatan sama sekali.
Ketiga, saya ingin membangun kesadaran baru dalam hidup saya sendiri, yaitu kesadaran untuk mulai hidup dalam terang sabda Tuhan. Itu bukan berarti bahwa selama ini saya tidak pernah hidup dari firman Tuhan. Saya sudah hidup dari firman Tuhan selama ini, tetapi tidak ada upaya sistematis untuk merenungkannya secara lebih ilmiah dan bertanggung-jawab. Dengan kata lain, ini adalah sebentuk upaya saya untuk mempertanggung-jawabkan praksis iman dan moral saya di hadapan tahta akal budi saya sendiri dan juga di hadapan orang-orang lain.
Itulah sebabnya saya memberi judul blog baru saya ini dengan judul dalam bahasa Yunani: logos estin phos, firman adalah terang atau cahaya. Firman itulah yang menjadi terang hidupku, tetang bagi hatiku. Itulah yang menjadi harapan dasar saya. Hidup dari dan berdasarkan firman Allah. Sebab saya sangat yakin bahwa orang yang menjadikan firman Allah sebagai terang hidupnya, orang itu akan menjadi bagaikan pokok yang tumbuh di tepi sungai. Karena itu ia tidak akan pernah berkekurangan, ia tidak akan pernah mengalami kekeringan, ia tidak akan pernah mengalami masa-masa sulit. Daunnya akan senantiasa hijau permai, dan bunganya pun akan senantiasa indah merona. Akan ada banyak burung-burung dan kupu-kupu yang datang bersarang atau sekadar hinggap di dedaunannya.

Bandung, 13 November 2008.
Fransiskus Borgias M.