Selasa, 02 Desember 2008

SABTU, 27 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)

BcE: 1Yoh.1:1-4; Mzm.97:1-2,5-6,11-12; Yoh.20:2-8. Hari ini kita ada pesta Santo Yohanes Rasul Penginjil. Ada dua serikat hidup bakti yang merayakan hari ini. Karena itu, injil yang kita baca hari ini diambil dari Yohanes (bukan dari Tahun I). Menarik bahwa walau masih masa natal, kita membaca teks paskah. Karena di sinilah kita baca tentang Yohanes Rasul (Penginjil). Ia bersama Petrus, tetapi sesudah Maria Magdalena, bersama menjadi saksi kunci peristiwa kebangkitan, saksi kunci fakta makam kosong yang diyakini sebagai “bukti” kebangkitan. Menarik juga karena ia berlari lebih cepat dan karena itu tiba lebih dulu di makam. Petrus menyusul. Ia hanya melongok dari luar tetapi tidak masuk ke dalam. Ketika Petrus tiba, ia masuk ke dalam. Tetapi Petrus hanya melihat fakta, dan seakan berhenti pada fakta makam kosong itu. Sedangkan Yohanes yang masuk juga ke makam itu, melihat semuanya, dan ia pun percaya: ia melihatnya dan percaya. Ia meloncat dari fakta makam kosong kepada iman kebangkitan. Tetapi perlu juga dikatakan bahwa injil Yohanes tidak menyebut nama Yohanes. Ia hanya disebut dengan alias: yang dikasihi (1x), murid yang lain (4x). Tetapi tradisi gereja sudah lama mengkaitkan dua sebutan alias ini dengan Yohanes penginjil. Dan kita menerimanya bersama gereja.

Tidak ada komentar: