BcE Mal.3:1-4; 4:5-6; Mzm.25:4b-5b, 8-9,10,14; Luk.1:57-66. Hari ini hari biasa khusus adven. Ada pesta fakultatif Yohanes dari Kety. Dalam injil kita dengar berita kelahiran Yohanes Pembaptis. Kelahiran ini ditandai keajaiban: ayah yang membisu sejak berita perkandungan di bait Allah, kini bicara lagi. Inilah kelahiran pada masa tua, sesuatu yang mendatangkan sukacita bagi yang sudah mati-pucuk, dan tidak punya harapan lagi. Maka kelahiran ini mendatangkan sukacita besar yang harus dirayakan bersama. Memang harus begitu: kabar kelahiran hidup baru harus mendatangkan sukacita, bukan dukacita. Betapa banyak kasus di sekitar kita yang memperlihatkan bahwa orang bisa juga memandang anak sebagai beban hidup, atau mendatangkan dukacita. Bermacam-macam alasannya: karena soal ekonomi, atau relasi yang tidak bagus. Kiranya inilah tantangan kita: mengubah visi masyarakat akan kehadiran sesama, lebih sebagai berkah dan bukan sebagai kutuk, agar kelahiran dilihat sebagai bukti bahwa “Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya.”
Selasa, 02 Desember 2008
SELASA, 23 DESEMBER 2008
Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar