Minggu, 11 Januari 2009

JUM'AT, 09 JANUARI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm).

BcE: 1Yoh.5:5-13; Luk.5:12-16.

Yesus tampil di muka umum. Ia makin terkenal. Ia dicari banyak orang untuk memohon kesembuhan. Salah satu di antaranya ialah orang kusta yang kita dengar dalam Injil hari ini. Orang kusta itu disembuhkan Yesus. Maka kabar tentang Yesus semakin tersebar. Semua orang berbondong-bondong kepadaNya, mencari Dia. Tetapi Yesus tidak takabur dengan popularitas seperti itu. Ia juga tidak datang untuk mencari sensasi dan popularitas, seperti halnya tokoh partai kita saat ini yang menebar janji-janji dan “mukjizat” bisa mengubah Indonesia dalam sekejab, asal mereka dipilih. Yesus tidak seperti itu. Ia tidak hanyut dalam kemabukan popularitas. Itu sebabnya di akhir injil hari ini kita baca bahwa Yesus pergi mengundurkan diri ke tempat sunyi dan berdoa. Dengan kata lain, Ia pergi ret-ret, mengundurkan diri sejenak dari kesibukan agar jangan sampai kesibukan itu menenggelamkan atau menghanyutkan kita. Selalu harus ada ruang dalam hidup kita, juga dalam hati kita untuk sunyi, untuk kesunyian, untuk doa, untuk Tuhan. Kalau tidak hidup kita ditandai kedangkalan belaka. Tidak ada dimensi keheningan dan kedalaman. Kita harus mengikuti teladan Yesus ini. Kita harus percaya pada Yesus, sebab kata Bac.I, “Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” Mari kita meneladani Yesus dalam hidup kita, dengan itu kita bersaksi tentang Dia, bukan hanya dengan perkataan, tetapi juga dengan perbuatan (mudah-mudahan tidak terjebak dalam kelalaian; kalau toh sampai lalai, semoga kita juga cukup rendah hati untuk mohon ampun).

Tidak ada komentar: