BcE: Bil.6:22-27; Gal.4:4-7; Luk:2:16-21.
Inilah hari pertama di tahun baru 2009: Sekali lagi, Selamat Tahun Baru. Hari ini juga adalah Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah. Sekaligus juga hari ini adalah Oktaf Natal. Oleh karena sudah tiga tahun belakangan ini saya merenungkan makna teologis gelar Maria sebagai Bunda Allah, maka untuk kali ini saya mau mengarahkan perhatian pada suatu yang lain. Hari ini juga adalah hari perdamaian sedunia. Pada 24 Januari 2002 Paus Yohanes Paulus II mengeluarkan “Sepuluh Perintah Perdamaian” (The Ten Commandments of Peace). Saya tidak akan sebutkan satu persatu 10 perintah itu di sini, karena terlalu panjang. Semoga pada kesempatan lain saya akan bisa membeberkannya. Tetapi pernyataan ini dianggap sangat luar biasa karena ia mengungkapkan suatu pemahaman baru akan rencana dan kehendak Allah bagi umat manusia, juga merupakan suatu proposal teologis yang belum pernah ada pendahulunya dalam sejarah ajaran resmi gereja. Tentu ajaran ini mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam banyak bidang, antara lain dalam bidang hubungan dan dialog antar agama, hubungan negara kaya dan miskin, bagaimana orang menghadapi realitas pluralisme agama. Ya, biarlah damai dan keadilan saling berpelukan, biarlah damai dan keadilan bergulung-gulung seperti air sungai, sebagaimana dicita-citakan oleh nabi di masa silam. Tidak salah juga kalau hari perdamaian ini disandingkan dengan salah satu hari raya Bunda Maria, sebab salah satu gelar Bunda kita tercinta ini ialah Ratu Perdamaian, The Queen of Peace, Regina Pacis. Kita berdoa kepada sang Regina Pacis memohon kedamaian dunia, Pax Mundi, the peace of the world.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar