BcE. Ibr.6:10-20; Mrk.2:23-26.
Hari ini hari ketiga pekan doa sedunia. Injil hari ini mementaskan salah satu revolusi Kristiani awal yang berorientasi pada koreksi kritis atas penghayatan dan pelaksanaan Sabat. Revolusi awal itu masih tetap berlaku juga hingga dewasa ini. Dalam perkembangan sejarah penghayatannya, Sabat itu menjadi salah satu butir legalisme kaku orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Sabat harus ditaati tanpa syarat apa pun. Inilah yang dianggap membelenggu. Sebab bisa saja ada situasi di mana Sabat bisa direlativir, yaitu apabila ada krisis-krisis kemanusiaan. Itu pernah dilakukan Daud. Pada suatu saat, ia pergi ke tempat suci mengambil roti korban untuk dimakan. Tetapi ini ia lakukan untuk menyelamatkan nyawanya sendiri dan para tentaranya. Atas dasar itu Yesus berkata: Sabat untuk manusia, bukan manusia untuk sabat. Artinya, manusia jangan sampai dikorbankan demi legalitas pelaksanaan Sabat. Bac.I memberi pegangan dan pedoman hidup yang melampaui legalisme itu. Pegangan itu ialah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Pegangan itu jauh lebih dinamis dari pada legalisme yang kaku dan membelenggu. Mari kita berpegang pada sauh iman itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar