Minggu, 11 Januari 2009

SELASA, 30 DESEMBER 2008

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE: 1Yoh.2:12-17; Luk.2:36-40. Kemarin kita sudah membaca sesuatu tentang Simeon. Tetapi selain dia, di Bait Allah di Yerusalem hadir juga tokoh lain, seorang nabiah, yang bernama Hana. Injil mencirikan hidup orang ini sebagai hidup dalam penantian akan Sabda Allah. Kalau mazmur mengatakan bahwa betapa bahagianya tinggal di rumah Tuhan, maka Hana menjadi model paling mencolok dari orang yang merasa berbahagia karena tinggal di rumah Tuhan. Ya, kiranya Hana sungguh menghayati kata si pemazmur itu: Betapa indah rumahMu Tuhan. Ia juga menghayati kata si pemazmur yang lain: Lebih baik satu hari di rumah Tuhan dari pada seribu hari di tempat lain. Karena ia menantikan Sabda Allah, maka ia juga mengenal Yesus Kristus dan mulai bersaksi tentang Dia yang dikenalnya itu. Ketika ia menyadari kehadiran Yesus di Bait Allah, Hana melakukan dua hal: eucharistia atau mengucapkan syukur, dan kedua ia mulai berbicara tentang anak ajaib itu. Dan yang terpenting dari Hana ialah bahwa ia menghubungkan ada dan kelahiran anak itu dengan kelepasan atau pembebasan Yerusalem.

Tidak ada komentar: