BcE.Ibr.10:32-39; Mzm.37:3-4.5.23-24.30-40; Mrk.4:26-34.
Hari ini ada satu orang kudus yang kita kenang, Yasinta Mareskoti. Hendaknya kita sadar bahwa ia menjadi kudus karena hidup dalam kerajaan Allah. Kerajaan Allah itu tidak selalu kentara hadirnya di dunia ini. Itulah sebabnya Yesus menyampaikan banyak perumpamaan tentang kerajaan Allah agar orang bisa menangkap dan merasakan kehadirannya. Ya, memang hadirnya Allah dalam hidup manusia di dunia ini tidak selalu tampak kentara, tetapi sesungguhnya kehadiran itu mempunyai daya kuasa yang besar untuk mendatangkan perubahan (transformasi). Hadirnya Allah dan kerajaanNya mendatangkan perubahan besar dalam hidup pribadi manusia dan juga tata hidup sosial kemasyarakatan. Apa yang kecil dapat menjadi besar di dalam kerajaan Allah. Dan Allah bekerja secara tidak kentara, tidak berada dalam kontrol dan kesadaran kita. Ia datang dan bertumbuh serta meraja begitu saja. Tugas kita ialah melihatnya, menyadarinya, dan memuliakan kehadiran itu dalam dan melalui hidup kita. Yang jelas kalau kerajaan itu datang, maka semua orang akan mendapat tempat di dalamnya. Ya, kerajaan Allah itu tidak eksklusif. Ia serba inklusif, merangkul, dan merangkum semuanya dalam kasih dan kerahimanNya. Kita akan bisa mendapat bagian di dalamnya kalau kita dengan tekun mencari dan menemukannya dan kalau sudah menemukannya kita tekun berkanjang juga hidup di dalamnya (Bac.I).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar