Selasa, 03 Februari 2009

RABU, 28 JANUARI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE.Ibr.10:11-18. Msm.110:1.2.3.4; Mrk.4:1-20.

Hari ini kita punya sebuah pesta wajib untuk salah satu santo kita yang terkenal, Thomas Aquino. Ia adalah teolog agung Abad Pertengahan. Ia juga filsuf. Gereja pantas bersyukur karena mendapat anugerah besar dari Allah dalam diri santo Thomas ini. Injil hari ini sangat terkenal dan akrab di telinga kita, sebab ia berbicara tentang penabur itu. Dengan jelas injil melukiskan bahwa ada empat jenis tanah. 1). Tanah di pinggir jalan. 2). Tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya. 3). Tanah dalam semak berduri. 4). Tanah yang baik. Jelas, kategorisasi tanah ini adalah nasihat dan imbauan implisit bagi kita untuk berefleksi: Termasuk jenis tanah seperti apakah diri kita? Tentu hanya anda yang tahu. Semoga kita termasuk kategori tanah keempat, yang subur, dan karena itu bisa menghasilkan buah berlimpah. Teks ini adalah salah satu petunjuk bagaimana Kitab Suci menafsir dirinya sendiri, sebab ay 13-20 adalah tafsir atas ay 1-12. Pesannya jelas: kita harus menjadi tanah yang baik, yang dapat menumbuhkan benih Sabda Allah dan menghasilkan buah berlipat ganda. Model tanah keempat adalah model tanah efektif, seperti dalam BacI kita diberi model korban persembahan sempurna dan efektif, karena dilakukan satu kali dan selamanya. Itulah korban Yesus di salib yang mendatangkan efek penebusan dan penyelamatan bagi kita.


Tidak ada komentar: