Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kej.1:20-2:4a; Mzm.8:4-5,6-7.8-9; Mrk.7:1-13.
Hari ini pesta St.Skolastika. Dalam injil kita temukan salah satu konfrontasi antara Yesus dan orang Farisi dan ahli Taurat. Pokok kontroversinya ialah soal cuci-mencuci tangan sebelum makan. Ini hukum ketahiran. Orang Farisi dan ahli Taurat melaksanakan hal-hal itu. Sementara murid Yesus, tidak peduli. Maka muncul gugatan terhadap Yesus mengenai hal itu. Dalam tanggapanNya Yesus mengecam mereka karena dianggap sebagai orang yang mentaati huruf hukum dan tidak memperhatikan roh hukum itu. Huruf memperbudak mereka. Roh merdeka tidak ada pada mereka. Kewajiban memelihara orang tua sebagai wujud hormat dan cinta kasih, dikorbankan dengan alasan kesalehan ritualistik semu. Hal itu dikecam Yesus. Kewajiban kepada Allah tidak membebaskan kita dari kewajiban moral etis kepada sesama, termasuk orang tua. Apa kaitan dengan Bac.I? Teks itu adalah lanjutan riwayat penciptaan langit dan bumi, mulai hari kelima hingga keenam. Pada hari keenam Allah menciptakan manusia. Perhatikan: refrein evaluasi Allah menjadi superlatif. Allah melihat bahwa segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik. Lalu pada hari ketujuh Allah beristirahat. Itulah hari Sabat. Hari yang diberkati dan dikuduskan Tuhan. Tuhan berlibur. Maka kita juga berlibur untuk dan bersama Tuhan. Itulah tujuan pokok Hari Sabat: berlibur untuk dan bersama Tuhan. Itu paling utama. Segala peraturan tetek-bengek lain sekitar Sabat menjadi tidak penting.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar