Kamis, 05 Maret 2009

RABU, 04 MARET 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

Bc.E.Yun.3:1-10; Mzm.51:3-4.12-13.18-19; Luk.11:29-32.


Injil hari ini berbicara tentang tanda Yunus. Amat terasa dalam teks ini bahwa Yesus kecewa dengan sementara kalangan pendengarNya. Mereka meminta tanda. Tetapi dikatakan bahwa kepada mereka tidak akan diberikan tanda. Kalau mau tanda, ya lihat saja tanda Yunus dalam Perjanjian Lama itu. Penginjil menyejajarkan tugas perutusan Yesus dengan Yunus, yaitu sama-sama menjadi tanda bagi zamannya sebab Dia adalah anak zaman. Tinggal kepekaan orang untuk melihat dan membaca tanda-tanda jaman saja. Kalau tidak ada kepekaan itu maka tidak akan ada gunanya. Orang tidak bisa menarik pelajaran dan berubah dari dan karena tanda itu. Akibatnya jelas: Kalau orang Ninive dulu mampu melihat tanda Yunus maka mereka bertobat, hal itu tidak terjadi pada jaman Yesus, padahal Yesus adalah tanda bagi mereka. Maka mereka pun tidak bisa dan tidak mau bertobat. Sungguh sangat disesalkan memang bahwa dulu Ratu Selatan berkorban datang ke Yerusalem untuk bertemu dengan Salomo, padahal sekarang ini ada yang lebih besar dari Salomo. Dulu orang Ninive bertobat setelah mendengarkan Yunus, sekarang orang Israel tidak bertobat dan menerima Yesus. Sikap itu akan menjadi penghakiman atas diri mereka sendiri. Jelas ini sebuah pelajaran penting bagi kita sekarang dan di sini. Mampukah melihat Yesus dalam dunia dan manusia atau sesama di sekitar kita?


Tidak ada komentar: