Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)
BcE: Kis.2:14.22-32; Mzm.16:1-2a.5.7-8.9-20.11; Mat.28:8-15.
Hari ini Senin Oktaf Paskah. Di tempat lain, orang menyebut hari ini Paskah kedua. Masih ada ekaristi meriah. Tetapi di kota-kota besar di Jawa, hal itu mungkin tidak dapat dilaksanakan lagi. Karena ini Paskah kedua, itu sebabnya Injil hari ini berbicara tentang dusta Mahkamah Agama. Mateus dengan jeli menata alur kisahnya. Ketika Yesus dimakamkan, makam itu disegel dan dijaga ketat oleh penjaga. Jadi, tidak mungkin jenazah Yesus dicuri. Tetapi ketika ternyata Yesus sudah tidak ada lagi dalam makam yang disegel dan dijaga itu, maka Mahkamah membuat plan B, yaitu menyebarkan rumor bahwa para muridlah yang mencuri jenazah Yesus. Tetapi plan B ini tidak mudah, sebab ada para penjaga. Maka mulut para penjaga itu disumpel dengan sejumlah uang, sebagaimana biasa terjadi juga dewasa ini. Cerita versi itulah yang mereka sebarkan hingga hari ini. Setiap kali saya membaca teks ini, saya teringat akan banyak korban dalam sejarah kemanusiaan kita yang tertimpa tragedi kemanusiaan. Kita kenal istilah penghilangan orang secara paksa. Betapa banyak orang menderita tragedi seperti itu. Manusia dihilangkan secara paksa. Bahkan makam pun tetap anonim. Tragis. Menyedihkan. Hal seperti ini tidak dapat dibiarkan terus menerus terjadi. Harus ada pembebasan. Harus ada kebangkitan. Itulah inti pesan Yesus bagi kita manusia modern dewasa ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar