Kamis, 21 Mei 2009

MINGGU, 12 JULI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE. Am.7:12-15; Mzm.85:9ab.10.11-12.13-14; Ef.1:3-14 (Ef.1:3-10); Mrk.6:7-13.


Injil hari ini berbicara tentang pengutusan kedua belas rasul. Ada beberapa hal penting yang perlu digaris-bawahi di sini. Pertama, bahwa kedua belas rasul diutus berdua-dua untuk menjalankan perutusannya. Mereka tidak jalan sendirian, melainkan berdua. Sebab “dengan dilakukan bersama, maka kiranya akan lebih mudah.” Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Kiranya itulah yang dipikirkan Yesus ketika Ia mengutus mereka berdua-dua. Kedua, perjalanan misioner itu adalah perjalanan dalam kemiskinan. Mereka tidak diperkenankan membawa apa-apa. Mereka harus sepenuhnya mengandalkan penyelenggaraan ilahi. Maka perjalanan misioner ini menjadi perjalanan ujian iman, apakah orang percaya dan mengandalkan Allah atau tidak. Ketiga, perjalanan misioner ini juga menjadi perjalanan menguji kerendahan hati para murid: Mereka harus mau masuk ke tempat di mana mereka diterima untuk pertama kalinya seperti apa pun keadaan tempat itu. Mereka tidak boleh berpindah-pindah, seperti para gyrovagi, yaitu biarawan berkeliling. Tetapi gyrovagi mempunyai konotasi buruk: orang malas yang mau hidup enak dengan menjadi pertapa berkeliling. Para murid tidak boleh menjadi seperti itu. Keempat, perjalanan ini memang berat, tetapi mereka disertai Tuhan. Mereka tidak sendirian, melainkan berjalan bersama dan dalam Tuhan. Perutusan itu adalah tugas dari Tuhan. Tuhan sendiri memanggil dan mengutus mereka seperti halnya dulu Ia memanggil dan mengutus Amos untuk menjalankan tugas berat, menyampaikan firman Tuhan yang keras di Betel (Bac.I). Ya, tugas itu berat, tetapi karena tugas itu berasal dari Tuhan, berarti mereka adalah orang pilihan Allah. Sebagai orang pilihan, mereka mempunyai kekayaan berlimpah (Bac.II). Kepada mereka Tuhan menganugerahkan segala berkat rohani di dalam surga.


Tidak ada komentar: