Rabu, 24 Juni 2009

JUM'AT 26 JUNI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)
BcE.Kej.17:1.9-10.15-22; Mzm.128:1-2.3.4-5; Mat.8:1-4.

Hari ini tidak ada pesta atau peringatan khusus. Tetapi ada pesta dan peringatan pada beberapa hidup bakti. CB memperingati wafat Elisabeth Gruyters. Ada yang memperingati Beata Magdalena Fontaine. Injil menawarkan beberapa hal menarik. Ini adalah kisah orang kusta yang datang kepada Yesus memohon kesembuhan. Permohonan itu dikabulkan. Orang itu sembuh. Jika kita datang kepada Yesus, Ia pasti membantu kita. Setelah orang itu sembuh, Yesus menyarankan dia agar tidak memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Ia harus berdiam diri, membisu. Yesus mendorong dia agar pergi kepada para imam. Di sana ia harus mempersembahkan korban silih. Hal itu penting karena imamlah yang menilai apakah dia sembuh/tahir atau tidak. Pengakuan imam amat penting dalam rangka reintegrasi dan rehabilitasi ke dalam masyarakat. Jadi, Yesus tidak hanya menyembuhkan orang itu, melainkan memberi jalan agar melakukan langkah prosedural yang perlu agar diterima kembali dalam masyarakat. Layanan sosial dan medis kita harus berpola seperti itu: mula-mula menyembuhkan penyakit fisikalnya, lalu menyiapkan dia agar kembali ke masyarakat. Yang terlupakan ialah masyarakat yang harus disiapkan agar menerima dia lagi. Itu adalah perilaku dan keputusan sosial. Tinggal mau berubah atau tidak. Itu soalnya.

Tidak ada komentar: