Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yer.23:1-6; Mzm.23:1-3a.3b-4.5.6; Ef.2:13-18; Mrk.6:30-34.
Hari ini hari Minggu Biasa XVI. Injil yang kita dengar hari ini mengisahkan tentang “reuni” besar antara Yesus dan para murid setelah mereka diutus untuk pergi mewartakan kabar baik. Dikatakan bahwa para murid melaporkan semuanya kepada Yesus. Jadi, hari-hari aksi, hari-hari kesibukan sudah berlalu. Yang ada tinggal keletihan (menyangkut jasmani), atau kelelahan (menyangkut rohani). Maka mereka pasti membutuhkan refreshing (penyegaran). Itu sebabnya Yesus mengajak mereka pergi ke tempat sunyi untuk menyepi, sendiri dan beristirahat. Yesus mengajak mereka pergi retret. Retret itu dari kata retreat, yang artinya mundur untuk merenung, untuk mengadakan refleksi. Memang perlu istirahat juga dari kerja, mengambil jarak kritis dari semua aktifitas yang kita lakukan. Istirahat adalah saat pemulihan. Tetapi lebih dari itu istirahat adalah saat untuk Tuhan, bersama Tuhan. Ya, kita berlibur bukan untuk diri kita sendiri, melainkan berlibur untuk Tuhan. Maka adalah salah kalau dalam libur week-end orang malah menjauh dari Tuhan. Bukan itu maksudnya lho. Tetapi ternyata orang banyak tidak membiarkan Yesus dan para murid beristirahat. Mereka terus mengikuti Dia. Bahkan mereka tampak seperti kawanan domba tanpa gembala. Melihat itu Hati Yesus pun tergerak oleh belaskasihan (misericordia). Yesus mengajar mereka dan menyatukan mereka. Yesus memang adalah damai sejahtera Allah yang menyatukan dan mendamaikan segala sesuatu di dalam Allah: karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa (Bac.II). Dalam Bac.I, ada pelukisan tentang adanya gembala yang tidak becus mengurus domba sehingga Tuhan berjanji mengutus gembala baru yang akan tumbuh dari Tunas Daud. Bagi kita, Yesuslah gembala itu, yang tumbuh dari tunas Daud.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar