Oleh: Fransiskus Borgias M., (EFBE@fransisbm)
BcE. Tb.3:1-11a.16-17a; Mzm.25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9; Mrk.12:18-27.
Hari ini ada pesta Karolus Lwanga dkk. Mereka adalah martir Uganda (ada tujuh). Mari kita kenang mereka dalam doa dan hidup kita. Injil hari ini juga menarik. Kemarin Yesus “nyerempet” ke masalah politik. Hari ini Ia “nyerempet” ke soal eskatologi dan problem etis-sosiologisnya. Orang Saduki adalah salah satu “partai” dalam masyarakat Yahudi jaman Yesus, selain Farisi, Eseni, Zelot, dll. Saduki dan Farisi sering berkonfrontasi karena perbedaan prinsip dan pandangan hidup. Orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan. Sedangkan orang Farisi percaya. Orang Saduki datang mempersoalkan hal itu kepada Yesus dengan mengangkat kasus rumit, dan khas masyarakat jaman itu. Ada perempuan, yang kawin dengan tujuh laki-laki bersaudara berturut-turut. Jika ada kebangkitan, siapa yang menjadi suami perempuan itu dalam alam kebangkitan? Jawaban Yesus: dalam alam kebangkitan, orang akan hidup seperti malaekat, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Tetapi apakah ada kebangkitan? Yesus menjawab: ada. Sebagai bukti – ini menarik karena ini khas dalam argumentasi jaman itu – Yesus menunjuk kepada perkataan dalam Kitab Keluaran bahwa Allah menyatakan diri sebagai Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Tidak mungkin Allah adalah Allah orang mati. Ia pasti adalah Allah orang hidup. Jadi mereka sudah hidup, sudah bangkit dan hidup di hadapan Allah. Jadi, kebangkitan itu ada dan sudah terjadi. Semoga kita percaya dan menerimanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar