Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.2Kor.1:18-22; Mzm.119:129.130.131.132-133,135; Mat.5:13-16.
Hari ini ada Pesta Santo Efrem, Beato Yosef de Anchieta. Mari kita kenangkan mereka ini dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini amat terkenal dan menarik perhatian. Ini adalah salah satu perumpamaan Yesus yang menarik: tentang garam dan terang. Garam di timur tengah yang panas terik, dipakai sebagai pendingin ruangan atau pelataran rumah. Biasanya dimasukkan dalam karung lalu ditumpuk di pelataran rumah. Hal itu mendatangkan efek sejuk dan dingin. Tetapi lambat laun, keasinan garam itu akan hilang atau habis. Kalau sudah tidak asin lagi, maka ia tidak berguna sama sekali. Harus dibuang dan diinjak orang. Perumpamaan kedua, tentang terang. Terang memang mau tidak mau harus tampak. Terang itu bersifat “menampakkan.” Tidak bisa tidak. Jika kita dipanggil menjadi terang dan garam, maka kita harus berfungsi secara sosial. Tidak bisa bersembunyi apalagi disembunyikan. Kalau sudah bernyala atau dinyalakan, ia harus ditempatkan di tempat tinggi agar bisa menerangi tempat-tempat di sekitarnya. Kalau ditaruh di tempat tertutup (gantang) maka ia tidak bisa menerangi, dan juga lama kelamaan ia akan mati karena kehabisan oksigen. Maka sebagai terang dan garam kita harus berfungsi secara sosial, berdampak bagi hidup bersama, hidup orang lain. Itu panggilan kita sebagai murid Yesus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar