Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kel.20:1-17; Mzm.19:8.9.10.11; Mat.13:18-23.
Hari ini ada peringatan Santo Sharbel Makhluef. Ada juga Niceforus, Yohanes Soreth, Tiga Martid dari Guadalajara, Luisa dari Savoyen. Mari kita kenang dan peringati mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini sangat terkenal dan sangat akrab di telinga kita. Dalam injil hari ini, Yesus menafsirkan bagi para muridNya arti perumpamaan yang telah Ia kisahkan sebelumnya. Dengan demikian, pemahamannya menjadi sangat mudah bagi kita. Ada empat jenis manusia dalam menghadapi dan menerima firman. Pertama, manusia yang diibaratkan dengan benih yang jatuh di pinggir jalan. Pasti ada banyak gangguan. Diinjak orang. Tidak sempat mengakar. Kedua, manusia yang diibaratkan dengan benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu. Memang ia bisa bertumbuh karena ada tanahnya. Tetapi tidak bisa berurat-berakar karena ada batu. Ia tidak bisa bertahan dalam pencobaan dan godaan. Ia mudah menjadi murtad. Ketiga, manusia yang diibaratkan dengan benih yang jatuh di semak berduri. Yang ini juga tidak dapat bertumbuh dengan baik, karena ada banyak kekhawatiran dunia dan tipudaya kekayaan. Keempat, manusia yang diibaratkan dengan benih yang jatuh di tanah yang baik. Itulah model pendengar firman sejati. Ia menerimanya dan berakar, lalu membuahkan hasil. Ada empat model pilihan bagi kita. Tinggal kita memilih: Kita ada di mana dan sebagai apa? Hanya anda sendiri yang tahu.
Jumat, 24 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar