Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kej.22:1-19; Mzm.115:1-2.3-4.5-6.8-9; Mat.9:1-8.
Hari ini ada dua serikat hidup bakti yang mempunyai pesta khusus (FIC, HK). Serikat Yesus mempunyai peringatan untuk beberapa orang sucinya (Bernardino Realino, Fransiskus Regis, dll). Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang menyembuhkan orang lumpuh. Ada beberapa tokoh atau pelaku dalam peristiwa ini. Pertama, tentu saja Yesus. Kemudian orang lumpuh dan orang-orang yang mengusungnya ke hadapan Yesus. Mereka ini mengharapkan penyembuhan dari Yesus. Mereka menampakkan iman kepercayaan dan harapan akan Yesus. Yesus bisa melihat dan merasakan iman dan harapan itu. Selain itu, ada beberapa ahli Taurat. Mereka menuduh Yesus melakukan penghojatan terhadap Allah. Akhirnya, masih ada orang banyak. Mereka ini melihat dan menyaksikan mukjizat yang terjadi. Reaksi mereka ialah: ketakutan, tetapi bermuara kepada tindakan memuliakan Allah. Jadi, kalau dilihat dengan baik, ada dua reaksi iman (positif) dalam perikop ini. Ada satu reaksi negatif, berupa mempersoalkan tindakan dan perkataan Yesus. Menarik bahwa dua reaksi iman positif itu membingkai konflik Yesus dan ahli taurat. Itu adalah isyarat sastrawi bahwa kita mulai dalam iman, hendaknya juga berakhir dalam iman. Iman tidak lain berarti percaya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus.
Senin, 13 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar