Rabu, 15 Juli 2009

KAMIS, 09 JULI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kej.44:18-21.23b-29; 45:1-5; Mzm.105:16-17.18-19.20-21; Mat.10:7-15.



Hari ini ada peringatan Santo Agustinus Zhao Rong, Maria Bunda Pengharapan Suci, Hermina, Yohanna Scopelli, Nikolaus Pick, Martir Ursulin dari Orange, Pesta Bunda Maria, Ratu Damai. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini, merupakan kelanjutan dari injil kemarin. Para murid diutus untuk mewartakan Kerajaan Sorga yang sudah dekat. Hadirnya kerajaan itu mendatangkan shalom, keutuhan, keselamatan. Itu sebabnya ada penyembuhan, ada pengusiran setan, pokoknya segala sesuatu yang bertentangan dengan kerajaan sorga itu. Yang menarik ialah perkataan Yesus bahwa apa yang sudah diperoleh dengan cuma-cuma harus diberikan cuma-cuma juga. Dengan kata lain, orang tidak dapat berbahagia sendirian di dalam kerajaan sorga itu. Kebahagiaan itu harus saling berbagi. Sebab berbahagia sendirian itu, sangat tidak pantas, tidak etis, dan sebuah contradictio in terminis. Lalu sesudah itu menyusul beberapa larangan sebagai syarat dalam perjalanan perutusan itu. Misalnya disebutkan, jangan membawa perak, atau membawa bekal, dst. Ya, kiranya ini jelas: orang harus mengandalkan dan percaya kepada Allah, yang maha menyelenggarakan hidup. Hidup dari dan dalam Allah. Itulah yang diharapkan di sini. Menarik bahwa Yesus meminta para muridNya untuk masuk ke kota dan mencari orang yang layak ditumpangi. Juga dianjurkan untuk memberi salam kepada mereka, yaitu salam damai sejahtera dari Allah bagi mereka. Salam damai sejahtera itu akan melaksanakan dirinya sendiri. Kalau orang berkenan menerimanya, maka salam itu akan tinggal di tengah mereka. Jika tidak, maka salam itu akan kembali. Bagi saya, ini adalah pegangan paling baik dalam melakukan tugas perutusan: harus bisa membawa damai sejahtera, biarpun itu ditolak atau tidak mudah diterima. Tetapi penghakiman atas penolakan itu biarlah diserahkan kepada Allah saja, sang Hakim mahaadil.

Tidak ada komentar: