Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: 1Tes.3:7-13; Mzm.90:3-4.12-13.14.17; Mat.24:42-51.
Hari ini ada peringatan st.Monika, teladan ibu pendoa dan mendamba. Ketekunannya berdoa membuahkan pertobatan dalam diri anaknya, Agustinus. Beberapa serikat hidup bakti mempestakan hari ini. Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, mengandung dua pesan penting. Pertama, pesan untuk berjaga-jaga. Mengapa itu penting? Karena kita tidak tahu kapan hari Tuhan datang. Hanya Tuhan yang tahu. Tidak ada manusia yang tahu. Jangan percaya pada ramalan orang-orang gila. Sikap yang paling tepat ialah, selalu berjaga-jaga. Ibarat yang dipakai pun tepat: berjaga-jaga menjaga rumah, jangan sampai kemalingan. Kedua, perumpamaan tentang hamba setia dan hamba jahat. Jadi, di sini dipentaskan dua macam sikap atau perilaku hidup. Ada hamba yang dengan tekun dan tabah melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya oleh tuannya. Ketekunan itu akan mendapat pahala yang sepatutnya. Status atau jabatan dia akan dipertinggi. Ia mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas dan tanggung-jawab yang lebih besar dan lebih berat lagi. Sebaliknya, ada hamba yang teledor. Ia mengira tuannya masih jauh. Kalau ia masih jauh, maka apa saja yang ia perbuat tidak akan ketahuan. Maka ia pun mulai melakukan kekejaman terhadap sesama hambanya. Ia sama sekali tidak memperlihatkan rasa tanggung jawab sebagai seorang hamba. Padahal mutu dia sebagai seorang hamba akan kelihatan justru pada kesetiaan dia melaksanakan tugas biarpun sang tuan tidak ada di tempat. Ia tidak lagi taat karena kehadiran yang dekat dari sang tuan, melainkan ia taat dan setia karena hal itu sudah menjadi perintah suara hatinya sendiri, yang datang dari dalam. Semoga anda semua mendapati diri anda berada pada model hamba yang pertama.
Senin, 31 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar