Senin, 31 Agustus 2009

RABU, 26 AGUSTUS 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: 1Tes.2:9-13; Mzm.139:7-8.9-10.11-12ab; Mat.23:27-32.



Hari ini hari biasa. Tetapi ada peringatan untuk Dominikus dari Bunda Allah, juga untuk St.Teheresia dari Avila. Mari kita mengenang mereka ini dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini juga amat menarik, karena masih melanjutkan kecaman Yesus kepada orang Farisi dan ahli Taurat yang sudah kita baca kemarin. Hanya kali ini, perlambang yang dipakai sudah lain. Kemarin kita baca tentang piala yang dibersihkan sebelah luarnya. Sekarang kita baca tentang perlambang kuburan. Sebelah luarnya putih dan bersih. Tetapi sebelah dalamnya, penuh kebusukan. Kontras ini dipakai Yesus untuk melukiskan perilaku moral-etis orang Farisi dan ahli Taurat. Secara lahiriah mereka tampak serba beres di mata dunia dan masyarakat. Tetapi sesungguhnya tampang luaran yang serba beres itu, sebenarnya hanya menyembunyikan kemunafikan dan kelaliman belaka. Masih ada satu kemunafikan lagi yang dikecam Yesus. Dan ini ada kaitannya dengan perlakuan terhadap sejarah masa silam. Di masa silam, nenek moyang mereka membunuh para nabi. Sekarang, anak cucu mereka membangun tugu peringatan yang indah dan megah bagi para nabi. Tetapi menurut Yesus, sesungguhnya dengan itu, mereka justru menyatakan diri dengan tegas di depan publik bahwa mereka adalah keturunan pembunuh nabi. Jadi, perbuatan mereka membenarkan masa silam mereka. Semoga kita tidak terjebak dalam dosa sejarah seperti itu: menyangka telah memperbaiki dosa sejarah masa silam, malahan justru mengiyakan dan mendukung dosa sejarah masa silam itu.

Tidak ada komentar: