Senin, 10 Agustus 2009

SELASA, 11 AGUSTUS 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Ul.31:1-8; MT.Ul.32:3-4a.7.8.9.12; Mat.18:1-5.10.12-14.



Hari ini ada peringatan wajib St.Klara. Ini hari raya bagi keluarga Fransiskan/es. Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini amat menarik. Ada dua hal yang diangkat. Pertama, siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Kedua, perumpamaan tentang domba yang hilang. Dalam yang pertama kita temukan salah satu paradoks besar dalam injil Mateus. Jika seseorang ingin masuk kerajaan surga, orang itu harus menjadi seperti anak kecil. Yesus mengemukakan hal ini untuk menjawab pertikaian yang muncul di antara para murid tentang siapa yang terbesar di dalam kerajaan surga. Ternyata kriterianya bukanlah jasa para murid itu. Juga bukan kedudukan mereka di dunia ini. Melainkan kwalitas hidup mereka, yang ditandai sikap polos, merendah, rendah hati, natural. Mungkin dari sinilah konteks munculnya ucapan terkenal dalam bahasa Inggris: Be natural as a child. Yang kedua, kiranya rada gampang. Ada perbandingan antara domba yang hilang yang ditemukan kembali, dan jiwa yang hilang atau berdosa tetapi bertobat. Ada pemeran yang ditampilkan di sini, yaitu pemilik domba, yang dibandingkan dengan Bapa di surga. Kalau di dunia ini, seorang gembala merasa amat bersukacita karena menemukan kembali satu domba yang hilang, demikian juga kebahagiaan di surga amat besar jika ada satu jiwa yang tadinya berdosa, tetapi bertobat. Orang itu sudah masuk dalam shalom Allah. Semoga kita menjadi seperti domba yang ditemukan kembali setelah hilang beberapa saat lamanya. Tentu akan jauh lebih baik, kalau kita menjadi domba yang tidak pernah tersesat.

Tidak ada komentar: