Rabu, 02 September 2009

JUM'AT, 04 SEPTEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Kol.1:15-20; Mzm.100:2-3.4.5; Luk.5:33-39.



Hari ini ada Peringatan Rosa dari Viterbo, Maria Bunda Penghiburan yang dirayakan oleh beberapa lembaga hidup bakti. Mari kita juga ikut mengenang dia dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, amat menarik perhatian. Ada beberapa hal yang disampaikan di sana. Pertama, Injil menyampaikan salah satu pertanyaan yang mengarah ke pertikaian dari orang Farisi kepada Yesus, menyangkut praktek doa dan puasa. Para murid Yohanes dan para murid orang Farisi melakukan kedua kewajiban mendasar itu. Tetapi para murid Yesus tidak melakukan hal itu. Hal itulah yang dipersoalkan oleh orang Farisi. Tentu Yesus harus membela para muridNya. Dan pembelaanNya amat menarik. Ia mengambil perumpamaan perkawinan. Seorang mempelai laki-laki tidak berpuasa selama mempelai ada bersama dengan dia. Dia baru akan berpuasa kalau sang mempelai itu tidak ada lagi bersama mereka. Perumpamaan ini agak sulit dimengerti. Mungkin karena ini adalah sebuah praksis baru yang tidak dapat dipahami dalam bingkai pemahaman praksis hidup lama. Hal itulah yang diungkapkan dalam dua perumpamaan berikutnya dalam teks injil hari ini. Perumpamaan pertama menyangkut kantong anggur lama yang tidak cocok untuk menampung anggur baru. Perumpamaan kedua menyangkut kain baru dan kain lama. Kain lama tidak dapat ditambal dengan kain baru, sebab hal itu akan menyebabkan kain lama itu sobek dan rusak. Yang harus dilakukan ialah, mengganti sama sekali kain lama itu dengan kain baru. Jika tidak maka akan terjadi kerusakan.

Tidak ada komentar: