Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: 1Tim.1:1-2.12-14; Mzm.16:1.2a.5.7-8.11; Luk.6:39-42.
Hari ini ada peringatan Yohanes Gabriel Perboyre yang diperingati beberapa serikat hidup bakti (CM, HK, PK). Mari kita mengenang orang ini dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, mengajarkan beberapa hal kepada kita. Pertama, sebuah perumpamaan mengenai kenyataan bahwa orang buta tidak dapat menuntun orang buta. Sebab keduanya akan terjatuh dalam jurang. Kedua, mengenai kedudukan seorang guru dan murid. Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya. Paling banter ia hanya dapat menyamai sang guru. Ketiga, pelajaran mengenai hal introspeksi diri, kemampuan dan kemauan untuk terlebih dahulu melihat ke dalam diri sendiri, baru melihat keluar, kepada orang lain. Mungkin dengan cara itu kita akan bisa melihat kebobrokan kita sendiri, dan tidak cenderung menuding kebobrokan orang lain di luar sana. Maka menurut hemat saya, pesan injil ini tampak paling jelas dalam dua ayat terakhir: 41-42. Di sana Yesus menasihati kita agar terlebih dahulu melihat balok di mata sendiri, dan tidak tergesa-gesa melihat selumbar (serpihan kayu) dalam mata orang lain. Pelajaran ini sangat penting, mengingat kecenderungan kodrati manusia ialah terlebih dahulu dengan mudah menuding orang lain dan tidak suka menuding dan menuduh diri sendiri. Kita memang selalu cenderung melemparkan kesalahan kepada orang lain, sebuah dosa yang sudah ada sejak masa Adam dan Hawa dahulu. Ketika Tuhan bertanya kepada Adam, dari mana kamu tahu bahwa kamu telanjang, lalu dijawab karena kami makan buah pohon itu. Tetapi Adam melanjutkan bahwa ia mendapat buah itu dari perempuan yang engkau tempatkan di sisiku. Ketika Tuhan mengejar kepada Hawa, giliran Hawa lalu menunjuk ular yang akhirnya tidak dapat membela diri. Semoga injil har i ini dapat menjadi sebuah pelajaran yang sangat penting dan berharga bagi hidup moral kita.
Jumat, 11 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar