Senin, 19 Oktober 2009

JUM'AT 02 OKTOBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kel.23:20-23a; Mzm.27:7-8a.8b-9c.13-14; Mat.18:1-5.10.



Hari ini ada peringatan wajib Para Malaekat Pelindung. Mungkin sekarang kita tidak begitu lagi tertarik dengan hal ini. Tetapi dulu, ini menjadi salah satu alat pendidikan moral, pendidikan nilai bagi anak-anak, alat pendidikan suara hati. Dikatakan bahwa ada seorang malaekat yang selalu menjaga, melindungi, dan menyertai kita. Dialah yang mengatakan apa yang baik yang harus kita lakukan, dan apa yang jahat yang harus kita hindarkan. Hal itu tampak terasa dalam lagu-lagu yang diciptakan khusus untuk malaekat pelindung ini. Injil hari ini berbicara tentang hal menjadi kecil. Jelas ini bertentangan dengan apa yang ada dan terjadi dalam masyarakat. Sebab yang terjadi ialah megalomania, orang dilanda untuk menjadi besar, diperlakukan sebagai orang besar, mau menampilkan diri sebagai orang besar. Injil juga mementaskan sebuah paradox tertentu: tobat, dan menjadi seperti anak kecil, rendahkan diri. Polos. Tidak ada ambisi untuk ke arah megalomania. Injil mementaskan sebuah jalan menurun. Jadi, jangan sampai kita meremehkan anak kecil. Sebab malaekat anak-anak kecil itu hidup di hadirat Allah. Semoga kita bisa dan selalu menyadari akan hal itu.

Tidak ada komentar: