Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.9:1-5; Mzm.147:12-13.14-15.19-20; Luk.14:1-6.
Hari ini ada peringatan fakultatif Beato Angelus dari Acri dan Dominikus Collins. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, mementaskan salah satu adegan terkenal dalam hidup Yesus, yaitu merombak pelaksanaan Sabat. Secara tradisional ditetapkan bahwa pada Sabat orang tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun. Orang harus berdiam total. Tetapi pertanyaannya ialah bagaimana dengan hal melakukan pekerjaan yang baik yang menuntut tindakan yang segera, demi menyelamatkan dan membebaskan hidup seseorang? Misalnya, dokter yang harus mengoperasi seorang ibu demi menyelamatkan sang ibu dan anak dalam rahimnya. Kalau ia menunda setelah lewat Sabat maka ibu tidak tertolong dan demikian juga anak. Pada suatu hari Sabat, di rumah seorang pemimpin Farisi, ada seorang yang sakit busung air. Ia memohon kesembuhan dari Yesus. Yesus tahu ada larangan melakukan pekerjaan pada Sabat. Tetapi di hadapanNya berdiri seorang manusia menderita. Maka Ia mau menolong orang itu, biarpun hari itu hari Sabat. Sebab kalau seekor anak lembu terperosok ke sumur, pasti pemilik menariknya keluar, biarpun itu Sabat. Hari ini, ada manusia terbelenggu penyakit. Ia segera harus disembuhkan. Itu yang dilakukan Yesus. Semoga kita berani melakukan sesuatu demi kemanusiaan, dan bukan demi ketaatan dalam pelaksanaan hukum belaka.
Sabtu, 31 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar