Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Mal.3:13-20a; Mzm.1:1-2.3.4.6; Luk.11:5-13.
Injil hari ini juga sangat menarik perhatian kita. Dalam Injil kemarin kita membaca bahwa Yesus mengajarkan doa kepada para muridNya. Setelah itu, dalam injil hari ini, Yesus meminta agar orang tidak ada henti-hentinya berdoa. Yesus mengilustrasikan "berdoa tanpa henti" (continual prayer, oratio continua) itu dengan seorang teman yang dengan gigih meminta sesuatu ke rumah temannya karena ia memang sedang membutuhkan sesuatu dan ia pada malam itu tidak mempunyai apa-apa. Karena diminta dengan mendesak (bahkan cenderung memaksa) akhirnya permohonannya itu dikabulkan. Dengan paralelisme seperti itu Yesus lalu mengajarkan tentang ketekunan dalam hal berdoa: mintalah maka kamu akan diberi. Ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Carilah maka kamu akan mendapat. Betapa benarnya semua ajaran ini. Akhirnya seluruh untaian itu ditutup dengan sebuah kesimpulan etis-teologis yang sangat jelas dan praktis: kalau kita saja yang jahat ini mau memberikan apa yang dimintakan orang kepada kita, apalagi Bapa kita yang ada di surga. Bahkan Bapa di surga tidak main-main dalam memberikan anugerah. Di sini dikatakan bahwa Ia menganugerahkan Roh Kudus kepada mereka. Anugerah apa lagikah yang lebih besar dari itu? Kiranya itulah yang tertinggi. Semoga kita didapati memang layak dan pantas untuk mendapatkan anugerah mahapenting itu.
Senin, 19 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar