Minggu, 18 Oktober 2009

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.4:12-16; Mzm.111:7-8.9.10; Luk.7:36-50.


Hari ini ada peringatan fakultatif Robertus Bellarmino, Albertus dari Yerusalem, Martinus dari Finojosa, Hildegardis, stigmatisasi Bapa Fransiskus. Dalam tradisi Fransiskan pesta ini sangat penting, sebab pada hari ini dirayakan stigmatisasi Fransiskus Asisi. Ketika Gereja secara liturgis masih dalam suasana pesta peninggian Yesus di atas salib, Fransiskus mendapat kelima luka Kristus pada tubuhnya. Injil hari ini berbicara tentang peristiwa pertobatan seorang perempuan yang berdosa. Wujud pertobatan perempuan itu dilukiskan dengan sangat baik dan intens dan indah dalam injil hari ini. Ia tampak benar-benar total dalam menyatakan ekspresi pertobatan hidupnya. Ia tidak sungkan-sungkan bahkan berani menembus batas-batas tabu sosial. Sebab pada saat itu Yesus diundang untuk perjamuan makan di rumah Simon, seorang Farisi. Yesus membiarkan perempuan itu mewujudkan dan menyatakan rasa tobatnya. Hal itu menimbulkan rasa curiga dalam hati Simon. Maka Yesus menanggapi keraguan itu dengan sebuah kisah. Intinya dapat dirumuskan dalam rumusan verbal sbb: siapa yang diampuni lebih banyak, akan mencintai atau mengasihi lebih besar lagi. Hal itulah yang tampak dalam sikap si perempuan ini. Ia memperlakukan Yesus dengan sangat istimewa. Pengampunan dosa menimbulkan benih dan mataair cinta kasih dalam hati orang yang diampuni. Kasih juga mendatangkan efek pengampunan dosa. Kasih itu berakar dari iman. Iman itulah yang mendatangkan shalom. Itulah sebabnya Yesus berkata: pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau. Semoga kita juga mendapat ucapan yang sama dari Yesus, hari ini.

Tidak ada komentar: