Minggu, 18 Oktober 2009

SELASA, 08 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kej.3:9-15.20; Ef.1:36.11-12; Luk.1:26-38.


Hari ini hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Dosa. Ini adalah perayaan besar dalam kalender liturgi kita. Itu sebabnya perayaan ini dirayakan oleh seluruh gereja dan banyak serikat hidup bakti (lihat kalender liturgi kita). Injil hari ini, berkisah tentang kelahiran Yesus. Spontan saya mengajukan pertanyaan kritis: apa hubungan Injil ini dengan hari raya yang kita rayakan? Tidak mudah menjawabnya. Tetapi kiranya sbb: oleh karena Maria bersedia menjadi bunda penebus (mater redemptoris), sabda yang menjadi manusia, maka sang bunda pun diyakini dan dirayakan sebagai orang yang tidak berdosa. Keyakinan bahwa ia tidak berdosa itulah yang dirayakan dalam perayaan ini. Maria seutuhnya menyediakan diri bagi pelaksanaan rencana dan kehendak Allah untuk menyelamatkan manusia. Kerela-sediaan Maria itu tampak dalam jawaban Maria di akhir perikopa: aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu. Kerela-sediaan Maria dipertentangkan dengan tragedi Hawa dalam Bac.I. Berbeda dengan Maria, Hawa mendengar godaan setan dan dengan itu ia jatuh ke dalam dosa. Tetapi pembangkangan Hawa, dipulihkan dalam kerela-sediaan Maria. Bac.II menyediakan kunci bagi kita untuk memahami status keterpilihan Maria secara istimewa. Dalam teks itu kita baca: Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya. Apa yang berlaku bagi semua orang beriman, berlaku secara khusus dan istimewa bagi Bunda Penebus. Itulah yang kita rayakan hari ini. Bagi kita orang Katolik hari raya ini sangat istimewa, sebab Maria adalah teladan kita dalam iman dan cinta kasih.

Tidak ada komentar: