Minggu, 18 Oktober 2009

SENIN, 28 SEPTEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Za.8:1-8; Mzm.102:1-18.19-21.29.22-23; Luk.9:46-50.


Pada hari ini ada peringatan fakultatif untuk beberapa orang kudus. Ada yang dirayakan secara pribadi saja; ada juga yang dirayakan secara berkelompok: Wenseslaus, Laurensius Ruiz, Dominikus Ibanez, Yakobus Kyushei Tomonaga, para martir Agustinian Jepang, para martir OSA Jepang, wafatnya pendiri kongregasi SPC, Louis Chauvet. Mari kita mengenang teladan hidup dan doa mereka dalam doa dan hidup kita sendiri pada hari ini. Injil hari ini berbicara tentang siapa yang terbesar. Ada sebuah jawaban sangat menarik dan paradoksal di dalam injil itu sendiri: yang terbesar adalah yang terkecil. Oleh karena itu kita dituntut untuk menjadi seperti anak-anak. Diskusi seperti ini biasanya dilatarbelakangi oleh ambisi, oleh obsesi megalomania, keinginan untuk menjadi orang besar. Di hadapan fenomena ambisius megalomania itu Yesus menyerukan agar orang mau menjadi alamiah, natural seperti anak kecil. Be Natural as a Child. Selain itu injil ini juga berbicara tentang adanya orang yang merasa ada dan membangun sebuah batas tegas antara kita dan mereka. Tetapi Yesus meretas dan menghilangkan batas itu. Patokannya sederhana saja, yaitu ayat 50: “Jangan kamu cegah, sebab siapa saja yang tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

Tidak ada komentar: