Selasa, 17 November 2009

MINGGU, 10 JANUARI 2010

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yes.40:1-5,8-11; Mzm.104:1b-2,3-4,24-25,27-28,29-30; Tit.2:11-14; 3:4-7; Luk.3:15-16,21-22.



Hari ini Pesta Pembaptisan Tuhan. Injil mengisahkan dua hal penting. Pertama, mengenai siapa Yohanes Pembaptis. Orang mengira ia Mesias. Terhadap hal itu Yohanes menegaskan bahwa dirinya bukan Mesias. Mesias akan datang. Kalau ia sudah datang, maka ia merasa diri tidak layak bahkan untuk membuka tali kasutnya. Yohanes juga melukiskan perbedaan antara pembaptisannya dan pembaptisan Mesias. Mesias akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. Kedua, mengenai peristiwa pembaptisan Yesus. Ketika Yesus dibaptis, terjadilah peristiwa ajaib: Roh Kudus turun dalam rupa merpati. Peristiwa itu diiringi dengan suara ajaib dari angkasa: Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. Salah satu hal yang dibahas dalam Bc.I ialah mengenai suara yang berseru-seru di padang gurun yang menyerukan agar dipersiapkan jalan bagi Tuhan. Dalam pembacaan Kristiani, suara itu adalah Yohanes, yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Ia datang membawa berita pembebasan, kelepasan dan sukacita. Bc.II berbicara tentang konsekwensi praktis dari tibanya kasih karunia Allah kepada kita. Kita harus hidup adil, beribadah, penuh pengharapan. Tetapi pada dasarnya kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah sendiri saja, bukan oleh perbuatan baik kita.

Tidak ada komentar: