Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.16:3-9.16.22-27; Mzm.145:2-3.4-5.10-11; Luk.16:9-15.
Hari ini ada Peringatan fakultatif Beata Assunta Pallota, Beata Gratia dari Kotar. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita pada hari ini. Injil hari ini, berbicara kepada kita tentang hal kesetiaan. Ternyata kesetiaan itu tidak terutama harus ditampakkan dalam perkara-perkara besar melainkan kesetiaan dalam perkara-perkara kecil. Sebab kesetiaan dan ketekunan dalam perkara-perkara kecil, menunjukkan kemampuan seseorang untuk dapat setia dan bertahan dalam hal-hal besar. Kesetiaan dalam hal kecil adalah gambaran dari kemampuan seseorang untuk setia dan bertahan dalam mengemban tugas-tugas dan tanggung-jawab yang lebih besar. Kalau seseorang sudah dipercayai dengan tugas kecil, dan dalam tugas kecil itu ia terbukti setia, maka kepadanya akan diberikan tugas dan tanggung-jawab yang lebih besar. Saya kira ini adalah sesuatu yang sudah sangat biasa dalam perjuangan kehidupan di dunia ini. Hal kedua yang dibahas dalam injil hari ini ialah mengenai tuntutan kesetiaan yang bersifat tunggal dan satu arah. Tidak ada orang yang bisa mengabdi kepada dua tuan sekaligus. Biasanya yang terjadi ialah, hamba itu akan mencintai serta mengutamakan yang satu dan mengabaikan dan mengorbankan yang lain. Oleh karena itu, orientasi kesetiaan itu haruslah tunggal dan bersifat tetap. Orang tidak dapat dan tidak boleh berganti-ganti pasangan hidup.
Senin, 09 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar