Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Yes.25:6-10b; Mzm.23:1-3a.3b-4.5.6; Mat.15:29-37.
Hari keempat Adven. Hari ini ada Peringatan Maria Angela Astorch, St.Edmund Campion, St.Robertus Southwell, dkk. Mari kita kenang mereka dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini mengisahkan kepada kita dua mukjizat yang dikerjakan Tuhan. Pertama, Ia menyembuhkan banyak orang sakit (ay.29-31): orang lumpuh, orang buta, orang timpang, orang bisu, dan masih banyak penyakit lain. Seperti penyembuhan massal. Hasilnya ialah orang kagum dan memuliakan Allah Israel. Diyakini Allah berkarya dalam dan melalui Tuhan Yesus. Kedua, Ia memberi makan empat ribu orang (ay.32-37). Hal itu diawali oleh satu peristiwa dalam hati Yesus. Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan, misericordia, karena orang banyak yang datang mendengarkan Dia selama tiga hari dan tidak pulang. Yesus terpanggil melakukan sesuatu bagi mereka. Ada pada mereka tujuh roti dan beberapa ekor ikan kecil. Lalu Yesus mengambil roti dan ikan itu, mengucap-syukur dan memecahkan roti itu dan dibagikan. Seperti perayaan ekaristi. Dan terjadilah mukjizat itu: semua orang makan sampai kenyang. Inilah inti mukjizat: semua orang makan sampai kenyang (bukan penggandaan roti). Setelah perjamuan bersama itu Yesus menyuruh mereka pulang. Ada kelegaan. Memberimiseri per-hati-an itu amat penting. Hati yang tergerak oleh belas-kasihan (misericordia) adalah awal untuk melakukan tindakan kemanusiaan. Tanpa hati yang tergerak, orang tetap akan menjadi seperti batu. Dan hati yang membantu berarti sama dengan mati.
Rabu, 02 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar