Kamis, 17 Desember 2009

RABU, 16 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yes.45:6b-18.21b-25; Mzm.85:9ab-10.11-12.13-14; Luk.7:19-23.



Hari ini hari kedelapanbelas Adven. Ada Peringatan Beata Maria dr Malaekat. Mari kita kenang dia dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini bercerita kepada kita mengenai Yohanes yang mengutus muridnya menanyakan sesuatu kepada Yesus. Mereka tanyakan mengenai status Kemesiasan Yesus: Apakah dia mesias? Kalau tidak, mereka harus menunggu yang lain. Ketika pertanyaan Yohanes itu disampaikan utusannya kepada Yesus, Yesus menjawab secara tidak langsung. Ia meminta utusan itu untuk melihat apa yang dikerjakan Yesus. Saat itu Yesus sedang melakukan banyak mukjizat dan tanda ajaib. Sebagai jawaban Yesus hanya mempersilahkan utusan itu untuk membuka mata terhadap semua karya ajaib Yesus. Di akhir rangkaian daftar perbuatan ajaib itu, ada satu pernyataan penting. Yaitu Yesus mewartakan kabar baik kepada orang miskin. Memang jaman mesianis adalah jaman pemulihan manusia dan kemanusiaan. Mesias datang untuk mewartakan kabar baik kepada orang miskin dan sederhana. Kabar baik itu harus mempunyai dampak bagi hidup orang kecil, miskin dan menderita. Dalam arti itu, kabar baik itu mempunyai dampak liberatif dan transformatif. Itulah arti dan tanda penting dari ada dan kehadiran Mesias. Sebagai pembaca masa kini, saya bisa menyimpulkan bahwa Yesus sebenarnya secara tidak langsung menyatakan bahwa dirinya adalah Mesias. Tetapi kita tidak dapat memastikan apakah kedua utusan itu percaya dan menerima Yesus. Namun yang jelas pada akhir injil ini dibeberkan kriteria dalam relasi dengan Yesus. Yang menerimaNya akan menjadi bahagia. Tentu yang tidak menerima-Nya akan menderita. Semoga kita termasuk dalam kelompok pertama, yang bersedia menerima dan percaya kepada Yesus.

Tidak ada komentar: