Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
PENELITI CCRS (Center for Cultural and Religious Studies) FF-UNPAR Bandung.
Bc.E. Yos.5:9a,10-12; Mzm.34:2-3,4-5,6-7; 2Kor.5:17-21; Luk.15:1-3,11-32.
Injil hari ini sangat terkenal yaitu tentang anak yang hilang. Kisah ini dimulai dengan permohonan si bungsu yang meminta jatah warisan. Warisan dalam pandangan orang Yahudi sepenuhnya adalah hak ayah. Ayah yang akan memberinya kepada anaknya, dan tidak diminta anak. Permintaan anak ini menandakan bahwa ia mau merebut sebagian hak hidup ayah. Apalagi kata Yunani yang dipakai ialah bios, hidup. Permohonan anak ini berarti menyiratkan ia menghendaki kematian sang ayah. Menariknya, si ayah tidak marah atau tersinggung. Dengan murah hati ia mengabulkannya. Setelah mendapatkan warisan itu, si bungsu hidup ngawur, sehingga terancamlah hidupnya, baik jasmani maupun rohani. Ia pun terpuruk, sehingga harus “bergaul” dengan babi. Dengan itu ia benar-benar terasing dari komunitas, dari adat istiadat leluhur. Tetapi di sinilah muncul keinginannya untuk pulang. Di sinilah bedanya tiga rangkaian perumpamaan Lukas. Perumpamaan pertama, domba yang hilang: harus dicari. Perumpamaan kedua, dirham yang hilang: harus dicari. Perumpamaan ketiga, anak hilang: pulang sendiri. Ada kemauan baik untuk bertobat. Tetapi si anak sadar akan perilakunya dulu. Maka ia mau kembali bukan lagi sebagai anak, melainkan sebagai upahan. Tetapi ketika ia tampak di kejauhan, dalam perjalanannya kembali ke rumah bapa, ayah menerimanya kembali sepenuhnya. Tandanya? Dalam ayat 18b-19 kita baca versi lengkap dari kalimat yang rencananya diucapkan si anak kepada ayah. Tetapi ketika kalimat itu mulai diucapkan, si ayah memotongnya sebelum selesai (bdk.ay.20). Si ayah tidak sudi mendengar kalimat itu selengkapnya, karena hatinya tergerak oleh belas kasihan. Dari hati yang tergerak oleh belas kasihan inilah keluar kasih, pengampunan, sukacita, yang bermuara pada pesta ria. Itu berbeda dengan si sulung. Semoga pesannya jelas bagi kita. Dan itu sudah lebih dari cukup sehingga saya tidak usah lagi mengulas Bac.I dan II.
SIS B
CCRS FF-UNPAR BANDUNG
Minggu, 17 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar