Minggu, 17 Januari 2010

MINGGU, 21 FEBRUARI 2010

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
PENELITI CCRS (Center for Cultural and Religious Studies) FF-UNPAR BANDUNG

BcE. Ul.26:4-10; Mzm.91:1-2,10-11,12-13,14-15; Rm.10:8-13; Luk.4:1-13.



Injil hari ini sangat terkenal: pencobaan Yesus di gurun. Gurun adalah tempat pemurnian hidup, tempat perjumpaan dengan Allah. Israel mengembara selama 40 tahun di gurun. Pengalaman ini pasti membantu fokus pelayanan Yesus di dunia ini. Kisah ini ada dalam ketiga injil Sinoptik. Tetapi yang paling mirip satu sama lain ialah Matius dan Lukas. Keduanya pun berbeda dalam rincian kisah. Dalam Matius terbaca urutan: gurun, Yerusalem, kerajaan dunia. Dalam Lukas terbaca urutan: gurun, kerajaan dunia, Yerusalem. Urutan Lukas ini konsisten dengan teologi Lukas karena bagi dia karya pelayanan Yesus berpuncak di Yerusalem. Di kota itu Yesus mengalami pencobaan terbesar, sekaligus juga mencapai kemenangan terbesar (22:39-46; 23:44-49; 24). Urutan godaan ialah kekayaan (roti), kemuliaan (pemerintahan), dan kekuasaan (melawan hukum alam). Menarik bahwa semua jawaban Yesus diambil dari Ulangan (8:3; 6:13; 16). Jawaban-jawaban itu mengkaitkan pengalamanNya ini dengan pengalaman Israel di gurun, dalam bentuk kontras. Setan adalah daya yang merajai dunia yang belum tertebus. Tetapi ini bukan yang terakhir, sebab nanti Yesus akan melawan setan di akhir hidupNya. Salah satu godaan nyata dalam hidup manusia ialah “menikmati sendiri” hasil pertama dari usahanya. Kitab Ulangan mengingatkan kita bahwa buah pertama usaha kita harus dipersembahkan kepada Allah. Itu yang kita dengar hari ini dalam Bac.I. Tindakan seperti ini adalah bentuk konkret dari pengakuan iman. Itulah yang diungkapkan dalam Bac.I. Iman itulah yang akan menyelamatkan.

SIS B
CCRS FF-UNPAR BANDUNG

Tidak ada komentar: