Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
PENELITI CCRS (Center for Cultural and Religious Studies) FF-UNPAR BANDUNG
BcE. 1Yoh.2:12-17; Mzm.96:7-8a.8b-0.10; Luk.2:36-40.
Hari ini hari keenam Oktaf Natal. Injil hari ini mengisahkan salah satu adegan menarik di Bait Allah ketika Yesus dipersembahkan di sana oleh orang tuaNya. Di Bait Allah itu ada dua orang istimewa: Simeon dan Hana. Hari ini kita secara khusus melihat pelukisan mengenai Hana. Ia nabiah (nabi perempuan). Mungkin baik juga kita lihat pelukisan rinci mengenai nabiah ini. Usianya sudah lanjut. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah. Siang dan malam selalu beribadah dengan berdoa dan berpuasa. Bersama Simeon, mereka menjadi model orang yang hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah yang mahakuasa. Hidup sepenuhnya tergantung dan percaya kepada Allah. Sebagaimana halnya Simeon, Hana juga berkidung tentang Anak itu. Hanya kita tidak mempunyai warisan kidung Hana. Tetapi pada kesempatan lain secara imajinatif kiranya kita bisa membuatnya. Inti kidung Hana itu ialah ucapan syukur kepada Allah, dan pelukisan rinci mengenai Anak Ajaib itu. Yang jelas, secara tersirat Hana mengkaitkan kehadiran Anak itu dengan kelepasan Yerusalem. Selanjutnya dikatakan bahwa setelah selesai dengan semua upacara di bait Allah itu, Yesus bersama kedua orang tuaNya kembali ke Nazaret. Kiranya pelajaran moral yang dapat kita tarik dari injil hari ini sangat jelas. Yaitu hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah, menantikan kerajaan Allah. Hidup sepenuhnya tergantung pada Allah dan bukan pada diri sendiri. Dan tepat pada waktunya, mata harus tetap terbuka agar dapat melihat datang dan kehadiran Anak Ajaib yang berasal dari Allah itu.
Senin, 04 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar