Selasa, 05 Januari 2010

SELASA, 05 JANUARI 2010

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
PENELITI CCRS (Center for Cultural and Religious Studies) FF-UNPAR BANDUNG

BcE. 1Yoh.4:7-10; Mzm.72:2,3-4ab,7-8; Mrk.6:34-44.



Hari ini ada Peringatan St.Karolus Houben, Yohanes Neumann. Mari kita kenang mereka dalam hidup dan doa kita. Dalam Injil hari ini, Markus melukiskan dengan cara lain bahwa Yesus bertindak seperti cara Allah bertindak dalam Perjanjian Lama. Markus melukiskan hati Yesus yang tergerak oleh belas kasih ketika melihat orang banyak yang tampak seperti kawanan domba tanpa gembala. Hal itu memantulkan sikap Yahweh dalam Yehezkiel yang juga iba kepada Israel yang hidup seolah tanpa gembala. Ketika Yesus menyuruh orang-orang itu agar duduk bersama dalam kelompok untuk makan, itu adalah seperti perintah Yahweh dalam Keluaran untuk makan daging paskah secara bersama dalam kelompok. Satu kali Markus menyebut mengenai tempat sunyi terpencil (dalam teks sebelumnya, sudah disebut dua kali. Jadi total, tiga kali). Hal itu mengingatkan kita akan konteks perjalanan di gurun dalam Perjanjian Lama. Jadi, Markus mengingatkan kita bahwa tindakan Yesus memberi makan kepada lima ribu orang di gurun, sama dengan tindakan penyelenggaraan kasih setia Allah kepada umatNya selama perjalanan di gurun menuju Tanah Terjanji. Di gurun ada mukjizat manna. Di sini ada roti ajaib. Jadi, Markus mengingatkan kita akan tindakan Yahweh dalam Perjanjian Lama, Keluaran. Kita tahu bahwa nada dasar seluruh Keluaran ialah pelukisan mengenai kasih setia dan penyelenggaraan Allah atas umatNya. Allah menyelenggarakan hidup mereka, tidak hanya dengan membawa mereka keluar dari perbudakan, melainkan dengan membawa mereka ke tempat sunyi untuk menikmati sabat Tuhan. Dalam suasana itu mereka diingatkan akan dasar hidup mereka: bahwa untuk makanan dan hidup mereka sepenuhnya tergantung pada Yahweh. Markus menggemakan kembali tindakan Yahweh ini dalam sejarah keselamatan Perjanjian Lama. Dengan cara itu Markus menyiratkan bahwa seluruh hidup Yesus (perkataan dan perbuatan) memantulkan atau menggemakan kembali aspek Allah yang merawat kehidupan, menjaga kehidupan.

Sis B
CCRS FF UNPAR BANDUNG.

Tidak ada komentar: