OLEH: FRANSISKUS BORGIAS M.
DOSEN TEOLOGI DAN PENELITI CCRS
Center for Cultural and Religious Studies)
FAKULTAS FILSAFAT UNPAR BANDUNG
BcE. Yes.50:4-7; Mzm.22:8-9,17-18a,19-20,23-24; Flp.2:6-11; Luk.22:14-23:56.
Hari ini Minggu Palma. Kita mengenang peristiwa masuknya Tuhan dengan mulia ke Yerusalem. Dalam injil kita dengar (baca/diyanyikan) Kisah Sengsara (Passio) versi Lukas. Hal itu dimaksudkan untuk mengajak kita mengenangkan sengsara Tuhan Yesus. Mari kita dengar Passio ini dinyanyikan/dibacakan dengan sebaik-baiknya. Mengapa? Karena Kisah Sengsara adalah inti pewartaan (kerygma) gereja purba. Kisah sengsara merupakan bentuk paling tua tradisi Injil. Keempat Injil mewartakan kisah sengsara ini. Dalam hal itu mereka mirip satu sama lain karena mewartakan satu warta yang sama. Tetapi dalam detail kisah, penginjil punya agenda masing-masing. Mereka menyusun bahan kisah sengsara agar cocok dengan bangunan arsitektur teologis masing-masing. Dalam injil Lukas kita lihat alur arsitektur teologis sbb: semuanya bermuara pada klimax di Yerusalem. Mula-mula ada niat persekongkolan jahat melawan Yesus yang disponsori salah seorang muridNya. Tidak lama setelah perjamuan paskah, terjadi drama sakratmaut di Getsemani tempat Yesus ditangkap. Akhirnya semuanya bermuara pada kemenangan atas kuasa setan. Dengan itu Yesus memenangi kosmos dari kuasa setan. Dengan kebangkitanNya Yesus membawa janji kemuliaan masa depan bagi semua. Bac.I hari ini mementaskan ketaatan Yesus sebagai Hamba Tuhan. Apa yang dibentangkan Yesaya terjadi dalam Injil hari ini. Semuanya mementaskan penghambaan dan penghampaan Yesus (kenosis) demi peninggianNya dan keselamatan kita. Injil hari ini mementaskan salah satu dimensi iman kita. Itulah misteri iman yang kita kenangkan dan rayakan hari ini. Semoga kita bisa memahami misteri itu. Tidak hanya memahami, melainkan juga menghayatinya dalam hidup, melaksanakannya dalam perbuatan yang nyata. Sebab iman tanpa perbuatan adalah hampa dan mati.
Senin, 10 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar