OLEH: FRANSISKUS BORGIAS M.
DOSEN TEOLOGI DAN PENELITI CCRS (Center for Cultural and Religious Studies)
FAKULTAS FILSAFAT UNPAR BANDUNG
BcE. 1Sam.1:9-20; MT 1Sam.2:1,4-5,6-7, 8abcd; Mrk.1:21b-28.
Hari ini ada peringatan St.Aelredus dan St.Bernardinus dr Corleone. Mari kita kenang mereka dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini mengisahkan penampilan perdana Yesus, mengajar di rumah ibadat di Kapernaum. Ia mengajar dengan penuh kewibawaan. Orang takjub mendengarnya. Pengajaran itu dilanjutkan/dikukuhkan dengan mukjizat. Ini adalah mukjizat pertama dari tiga rangkaian mukjizat dalam Bab 1. Di rumah ibadat itu ada orang kerasukan roh jahat. Yesus yang dipenuhi Roh Kudus dalam pembaptisan, kini berkonfrontasi dengan roh jahat. Dengan penuh kewibawaan, Ia menyuruh roh jahat itu pergi. Beberapa kali dalam injil Markus nanti Yesus mengkonfrontasikan dua keadaan itu: dipenuhi Roh Allah dan dipenuhi roh jahat. Sebagaimana reaksi terhadap pengajaran, reaksi terhadap mukjizat pun sama: orang takjub. Yesus memang luar biasa, karena penuh dengan Roh Allah. Tetapi ada bentuk reaksi lain selain reaksi takjub tadi. Reaksi itu ialah secara diam-diam menganggap ajaran Yesus sebagai ajaran baru. Ia memberi perintah kepada roh jahat, dan roh jahat itu taat kepada-Nya. Saya rasa ada sindiran di sini seperti sindiran di tempat lain yang mengatakan Yesus mengusir setan dengan kuasa Beezebul, kepala Setan-setan. Namun, perbuatan baik tetap perbuatan baik. Perkataan yang penuh daya kuasa, tetap perkataan yang penuh daya kuasa. Itu sebabnya di akhir injil hari ini kita mendengar bahwa kabar tentang Yesus tersiar dengan sendirinya ke daerah sekitar. Perkataan dan perbuatan yang baik yang dikerjakan Yesus, mewartakan dan menyiarkan si pengucap kata itu dan pelaku perbuatan baik itu. Pelita yang bernyala mau tak mau pasti kelihatan.
Senin, 10 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar