Selasa, 15 Juni 2010

MINGGU, 25 JULI 2010

OLEH: FRANSISKUS BORGIAS M.
LAY THEOLOGIAN DAN PENELITI CCRS
CENTER FOR CULTURAL AND RELIGIOUS STUDIES
FAKULTAS FILSAFAT UNPAR BANDUNG
BcE. Kej.18:20-32; Mzm.138:1-2a,2bc-3,6-7ab,7c-8; Kol.2:12-14; Luk.11:1-13.




Injil hari ini terkenal karena kita dengar Tuhan mengajar muridNya berdoa. Ada beberapa hal yang dibahas hari ini. Pertama, mengenai permohonan murid agar Tuhan mengajar mereka berdoa karena melihat Yohanes mengajar muridnya berdoa. Kedua, Tuhan mengajarkan doa itu kepada mereka. Itulah doa Bapa Kami yang terkenal itu, Doa Tuhan, Oratione Dominica, al-Sholat al-Robaniyah, Lord’s Prayer. Dalam pemakaian liturgis Katolik, yang digunakan ialah versi Matius yang lebih panjang. Ketiga, Yesus berbicara mengenai hal ketekunan berdoa: berdoa harus tanpa henti, oratio continua, demikian tradisi Bapa Gereja menyebutnya, mengikuti Paulus dalam salah satu suratnya. Untuk menekankan arti penting oratio continua ini, Yesus memberi perumpamaan yang menarik dalam ayat 5-8. Keempat, setelah memberikan pengajaran (doctrina) dalam perumpamaan, Yesus sampai juga ke petuah moral, unsur parenetik-nya: ayat 9-13. Yesus menekankan arti pentingnya doa terus menerus karena hal itu pasti akan berbuah. Kata orang: PUSH, Pray Until Something Happens. Atau PULL: Pray Until the Lord Listens. Tetapi The Lord always Listen, karena Gusti ora sare. Yesus juga menarik petuah moral mengenai “tahu mana perbuatan yang baik dan yang buruk” (ay.11-13). Petuah itu akhirnya diterapkan secara teologis (ay.13): Ingat, ketekunan berdoa kepada Bapa, akan berbuah karunia Roh Kudus. Luar biasa. Kiranya ketekunan berdoa, bahkan seperti hampir tidak tahu malu lagi, itulah yang dipentaskan Bac.I, di mana Abraham seperti sedang berdagang, tawar-menawar dengan Allah. Allah mau melayani permintaan Abraham sampai akhir, walau akhirnya, Abraham menyerah. Tetapi selalu ada keterbukaan dari TUHAN. Sepertinya tidak ada kaitan apa pun dengan Bac.II. Tetapi kaitannya dapat dilihat dalam solidaritas negatif dan positif kita dengan Yesus, yang akhirnya berbuahkan shalom. Amin.


BANDUNG, JUNI 2010
SIS B, CCRS FF-UNPAR BANDUNG

Tidak ada komentar: