Bac.Ul.18:15-20; 1Kor.7:32-35; Mrk.1:21-28.
Injil hari ini mencoba melukiskan kepada kita tentang daya kuasa yang terpancar keluar dari kata-kata dan dari seluruh kepribadian Yesus. Daya kuasa itu amat terasa juga dalam pengajaranNya. Oleh karena itu, para pendengarNya pun menjadi kagum dan terheran-heran. Bahkan roh-roh jahat pun taat kepadaNya. Kalau kita baca dengan baik, menurut Markus inilah mukjizat Yesus yang pertama di depan umum. Perbuatan-perbuatan ajaib itulah yang menyebabkan nama Yesus tersebar ke daerah di sekitarnya.
Kalau kita baca Bac.I maka kita akan spontan bertanya: apa kaitan Injil dengan Bac.I? Yang kita baca dalam kitab Ulangan adalah sebuah nubuat mengenai bakal munculnya seorang nabi di antara bangsa Israel. Tentang nabi yang akan datang itu, Tuhan sendiri berkata demikian: Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya (ay.18). Bagi kita orang Kristiani, nabi yang dinubuatkan kitab Ulangan itu, sudah terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Kita tidak usah menunggu siapa-siapa lagi yang lain.
Yang menjadi agak sulit ialah melihat kaitan antara Bac.II dengan Injil dan Bac.I. Bac.II ini sendiri mungkin dapat dipadatkan dalam nasihat pada bagian awal ayat 32: Aku ingin supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Tetapi penegasan ini saja belum cukup. Mungkin harus dikatakan lebih lanjut sbb: bahwa kalau orang sudah sudi mendengarkan suara Tuhan, juga yang disampaikannya melalui para nabinya yang kudus, maka mereka tidak mempunyai alasan lagi untuk hidup dalam kekuatiran. Itu yang pertama. Kedua, mungkin judul perikopa ini dalam Kitab Suci kita dapat memadatkan apa yang dimaksudkan: Maka saya kitip di sini: Hidup dalam keadaan seperti waktu dipanggil Allah. Hidup dalam keadaan penuh harapan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar