K3S Bandung
BcE Kej.49:2,8-10; Mzm.72:2,12-13,18-19; Mat.1:1-17. Hari ini hari biasa, tetapi kalender liturgi memberi keterangan “hari biasa khusus Adven.” Disebut demikian karena mulai hari ini kita memasuki masa penantian delapan hari menjelang Natal. Hati kita semakin berkobar-kobar menantikan kelahiran Tuhan Yesus. Penantian kita diiringi injil yang berkisah tentang daftar nenek moyang Yesus Kristus. Sebuah penelusuran sejarah yang amat menarik. Tetapi yang menarik saya ialah munculnya nama beberapa perempuan dalam silsilah ini. Ini menarik karena, pertama, biasanya yang dihitung dalam silsilah ialah pria, bukan wanita. Kedua, wanita yang dihitungpun tidak semuanya “baik-baik”, sebab ada yang berlatar belakang “hitam.” Sebut saja Tamar yang serong dengan pamannya. Atau Rahab si pelacur Kanaan itu. Ini hanya mau mengatakan bahwa Tuhan menempuh jalan apa saja yang Ia kehendaki untuk mewujudkan rencana dan tindakan shalom-Nya. Kadang tidak terduga-duga. Datang dari sudut yang tidak diperhitungkan. Mungkin karena Tuhan mau mengangkat yang hina-dina yang sering disepelekan orang. Tetapi justru itu menjadi jalan shalom Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar