Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Ibr.4:1-5.11; Mrk.2:1-12.
Kalau kita baca dengan baik, maka apa yang dilukiskan Injil hari ini merupakan sebuah mukjizat baru, di mana Yesus menyembuhkan orang lumpuh. Injil hari ini mengilustrasikan satu fakta bahwa keinginan untuk datang kepada Yesus ternyata tidak selalu mudah seperti dibayangkan. Harus disadari bahwa sulit datang kepada Yesus. Tetapi orang-orang yang mengusung si lumpuh itu tidak putus asa. Mereka mncoba mencari terobosan. Lewat pintu tidak bisa, lewat atap pun jadilah. Bikin pintu di atap. Kreatifitas dan keberanian itu dipuji dan dihargai Yesus. Ya, sekali lagi, datang kepada Yesus tidak selalu mudah. Ada banyak rintangan. Tetapi kalau kita serius, kita bisa sampai dan bisa selamat. Dalam injil hari ini, mulai ada ahli Taurat yang mempersoalkan perkataan dan perbuatan Yesus. Ini konfrontasi I. Tetapi ini baru pemanasan. Gugatan itu langsung gugur karena keajaiban yang dikerjakan Yesus. Semua orang mengakuinya dan berdecak kagum: Yang begini belum pernah kita lihat. Sekali lagi, upaya mencari dan datang kepada Yesus tidak mudah. Ada banyak rintangan, ada banyak halangan. Tetapi dalam Yesus ada kesembuhan, ada damai sejahtera, ada istirahat tenteram. Hari ini Yesus menawarkan “perhentian,” saat istirahat, tempat atau rumah istirahat. Kita datang kepadaNya. Maka mengikuti nasihat Bac.I, saya mau mengatakan demikian: “Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.” Semoga upaya kita datang mencari dan mendekati Yesus tidak terhalang oleh apa pun, oleh siapa pun, apalagi kalau terhalang oleh hal-hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri.
BcE: Ibr.4:1-5.11; Mrk.2:1-12.
Kalau kita baca dengan baik, maka apa yang dilukiskan Injil hari ini merupakan sebuah mukjizat baru, di mana Yesus menyembuhkan orang lumpuh. Injil hari ini mengilustrasikan satu fakta bahwa keinginan untuk datang kepada Yesus ternyata tidak selalu mudah seperti dibayangkan. Harus disadari bahwa sulit datang kepada Yesus. Tetapi orang-orang yang mengusung si lumpuh itu tidak putus asa. Mereka mncoba mencari terobosan. Lewat pintu tidak bisa, lewat atap pun jadilah. Bikin pintu di atap. Kreatifitas dan keberanian itu dipuji dan dihargai Yesus. Ya, sekali lagi, datang kepada Yesus tidak selalu mudah. Ada banyak rintangan. Tetapi kalau kita serius, kita bisa sampai dan bisa selamat. Dalam injil hari ini, mulai ada ahli Taurat yang mempersoalkan perkataan dan perbuatan Yesus. Ini konfrontasi I. Tetapi ini baru pemanasan. Gugatan itu langsung gugur karena keajaiban yang dikerjakan Yesus. Semua orang mengakuinya dan berdecak kagum: Yang begini belum pernah kita lihat. Sekali lagi, upaya mencari dan datang kepada Yesus tidak mudah. Ada banyak rintangan, ada banyak halangan. Tetapi dalam Yesus ada kesembuhan, ada damai sejahtera, ada istirahat tenteram. Hari ini Yesus menawarkan “perhentian,” saat istirahat, tempat atau rumah istirahat. Kita datang kepadaNya. Maka mengikuti nasihat Bac.I, saya mau mengatakan demikian: “Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.” Semoga upaya kita datang mencari dan mendekati Yesus tidak terhalang oleh apa pun, oleh siapa pun, apalagi kalau terhalang oleh hal-hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar