Senin, 16 Februari 2009

KAMIS PUTIH, 09 APRIL 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE: Kel.12:1-8.11-14; Mzm.116:12-13.15-16bc.17-18; 1Kor.11:23-26; Yoh.13:1-15.


Sejak pagi ada banyak yang dilakukan gereja. Di Katedral, di pagi hari ada misa Krisma. Ada Pembaruan Janji Imam. Ada tradisi yang sangat tua dalam gereja: Pada hari ini diadakan pendamaian, rekonsiliasi, yaitu diterimanya kembali pendosa berat ke pangkuan gereja. Jadi, kalau anda pendosa berat, ini kesempatan untuk bertobat. Itu masuk akal karena sore atau malamnya kita merayakan perjamuan cinta kasih, agape. Maka pendosa diberi peluang bergabung kembali dalam perjamuan kasih itu. Hari ini juga adalah peringatan Perjamuan Tuhan. Ada juga pembasuhan kaki, yang dalam tradisi lama disebut Mandatum, karena dalam upacara ini dibacakan Injil Yohanes, tentang Perintah Baru Yesus kepada muridNya untuk saling mengasihi. Dalam Latin disebut Mandatum Novum. Setelah selesai Ekaristi ada pengosongan altar dan Sakramen Mahakudus ditempatkan di tempat lain yang layak dan mudah dikunjungi dalam doa berjaga-jaga. Ada juga perarakan sakramen mahakudus diiringi Pange Lingua yang terkenal itu. Semuanya dilakukan dalam hening. Kita iringi awal sengsara Tuhan dengan diam. Musik menandakan sukacita. Itu sebabnya musik ditiadakan.


Tidak ada komentar: