Senin, 16 Februari 2009

MINGGU, 12 APRIL 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE: Kis.10:34a.37-43; Mzm.118:1-2.16ab-17.22-23; Kol.3:1-4; Yoh.20:1-9.


Hari ini Minggu Paskah, kebangkitan Tuhan. Segala kemeriahan dan kesemarakan harus ditampakkan hari ini karena Tuhan sungguh bangkit dan hal itu membawa sukacita dan pengharapan kepada kita. Amat menarik jika kita simak injil hari. Ada kontras antara sikap Petrus dan murid yang dikasihi ketika menyaksikan makam kosong. Ketika Petrus sampai di sana, ia melihat apa yang terjadi. Tidak dikatakan apa reaksi dia. Itu berbeda dengan sikap atau reaksi murid yang dikasihi itu. Ketika ia tiba di makam, ia melihat dan percaya. Murid yang dikasihi itu, ketika melihat makam kosong, tidak berhenti dalam kebingungan atau teror, melainkan meloncat ke dalam iman. Ia percaya. Bagi kaum feminis teks ini penting, sebab bagi mereka saksi kebangkitan pertama ialah perempuan. Kaum feminis menyesalkan karena kesaksian perempuan itu masih harus menunggu peneguhan (afirmasi) otoritas pria. Tetapi murid sejati tidak memperkarakan hal seperti itu. Yang penting ialah relasi dengan Yesus: Sejauh mana relasi itu kuat, mendalam, intens. Perempuan saksi kebangkitan itu memberi kesaksian betapa ia mempunyai relasi yang kuat dan dalam dengan Yesus. Itu terbukti dalam teks kelanjutan injil ini. Dengan mendengar suara Tuhan yang memanggil dan menyebut namanya, perempuan itu mengenalNya. Domba mengenal suara gembala, seperti halnya gembala mengenal suara domba-Nya. Sebuah relasi personal-mistik.


Tidak ada komentar: