Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Saya tidak daftarkan semua: Kej.1:1-2:2; Kel.14:15-15:1; Yes.55:1-11; Rm.6:3-11; Mrk.16:1-7.
Hari ini hari Sabtu Suci. Hari yang juga amat istimewa dalam imajinasi religius kita. Upacara kita secara garis besar ialah sbb: ada upacara api dari mana nyala api diambil untuk menyalakan lilin paskah dalam upacara cahaya. Lilin itu diarak dalam kegelapan malam dan keheningan, simbol kebangkitan Yesus yang melintasi lembah kekelaman maut dan keluar dari sana sebagai pemenang. Itu sebabnya penyanyi eksultet harus dengan lantang dan meyakinkan sebab itu adalah proklamasi. Proklamasi tidak boleh dinyanyikan dengan suara loyo atau tidak semangat. Sesudah itu ada liturgi Sabda, di beberapa tempat ada liturgi Baptis atau pengulangan Janji Baptis, liturgi Ekaristi, kemuliaan dinyanyikan dengan meriah diiringi lonceng dan musik. Kontras pun terjadi dengan keheningan sebelumnya. Lalu Alleluya dinyanyikan sebelum Injil untuk pertama kalinya setelah ditangguhkan selama prapaskah. Ada sesuatu yang amat istimewa pada Sabtu ini sebab bacaannya amat panjang. Ada 9 bacaan, walau dalam prakteknya dikurangi. Tetapi harus dibacakan penciptaan, pembebasan dari Mesir (tiga dari PL), lalu epistola dan Injil. Malam ini dibacakan kisah kebangkitan. Seorang malaekat tampak di makam Yesus dan mewartakan dengan lantang: Ia telah bangkit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar