Bc.E.Yes.58:1-9a; Mzm.51:3-4.5-6a.18-19; Mat.9:14-15.
Teks injil yang kita baca hari ini sangat singkat; hanya dua ayat. Dalam dua ayat ini dilukiskan salah satu adegan pertikaian antara Yesus dan orang Farisi. Salah satu butir pertikaian mereka ialah soal berpuasa. Rupanya para murid Yesus tidak berpuasa, sedangkan murid orang Yahudi berpuasa dengan tekun. Kita tahu bahwa berpuasa merupakan salah satu ketetapan dan tuntutan hukum Taurat. Orang tidak dapat mengecualikan diri dari kewajiban itu. Orang Yahudi dan para murid mereka dengan tekun melaksanakan kewajiban keagamaan itu. Itu sebabnya ketika mereka lihat ada kelompok lain yang tidak berpuasa, akan mereka persoalkan. Tidak lagi menjadi soal benar apakah mereka melaksanakan semua peraturan hukum itu dengan kesadaran besar atau tidak. Yesus memberi pembelaan dan penjelasan mengenai praksis itu. Orang tidak dapat berpuasa selama mempelai masih berada di tengah dan bersama dengan para sahabatnya. Mereka nanti baru bisa berpuasa kalau Mempelai itu sudah pergi atau sudah diambil dari antara mereka. Saat itulah mereka berpuasa. Tentu saja yang dimaksudkan Yesus ialah diriNya sendiri. Para murid baru akan berpuasa sesudah Yesus naik ke surga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar