Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
Bc.E.Yes.58:9b-14; Mzm.86:1-2.3-4.5-6; Luk.5:27-32.
Hari ini kita membaca sebuah teks yang juga amat menarik dari Injil Lukas yaitu mengenai kisah pemanggilan Lukas pemungut cukai. Menarik bahwa Yesus rupanya mempunyai daya tarik yang luar biasa sehingga ketika Ia berkata, “Ikutlah Aku!” serta merta pemungut cukai itu mengikuti Dia. Perjumpaan dengan Tuhan akhirnya diiringi dan dimuarakan dalam pesta dan perjamuan besar. Setiap kali selalu ada orang yang mempersoalkan hal itu. Mereka adalah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Ternyata pengetahuan yang lebih akan hukum membuat mereka terbelenggu legalisme yang keterlaluan. Ternyata pengetahuan yang mendalam akan Taurat membuat mereka menjadi picik. Didorong kepicikan dan kemunafikan mereka, keluarlah pertanyaan spontan: mengapa Yesus mau makan dengan orang-orang hina dan sederhana itu? Jawaban dan sikap Yesus bergema sangat abadi mulai dari dahulu hingga dewasa ini: Bukan orang sehat yang membutuhkan dokter melainkan orang sakit. Ia juga sekaligus menegaskan bahwa diriNya datang bukan untuk menyelamatkan orang yang saleh dan benar melainkan untuk menyelamatkan orang yang berdosa. Kiranya termasuk saya dan anda sendiri di sana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar